Viral Retaknya Tebing Uluwatu, Begini Penjelasan BPBD Provinsi Bali

Berada diketinggian 77 meter di atas permukaan laut, tebing Pura Luhur Uluwatu santer dikabarkan mengalami keretakan.

Viral Retaknya Tebing Uluwatu, Begini Penjelasan BPBD Provinsi Bali
KOMPAS.COM/Ira Rachmawati
Di kawasan Uluwatu, wisatawan bisa menyusuri pinggiran tebing batu yang indah 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Berada diketinggian 77 meter di atas permukaan laut, tebing Pura Luhur Uluwatu santer dikabarkan mengalami keretakan.

Namun, keretakan tersebut sudah terjadi sejak zaman dahulu dan tidak mengalami perubahan sama sekali terkait panjang dan lebar.

Kendati demikian, pihak Pemkab Badung dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali serta stakeholder terkait tetap melakukan imbauan agar tetap waspada.

Pura Luhur Uluwatu ketika diabadikan pada Tahun 2015
Pura Luhur Uluwatu ketika diabadikan pada Tahun 2015 (Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

"Jadi menurut keterangan yang diperoleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melalui Sekretaris PUPR Bali, Dewa Ayu Puspa sudah berkoordinasi dan berbincang dengan Jero Mangku Pura Luhur Gede Wayan Santana bahwa membenarkan retakan tersebut sudah sejak jaman nenek moyang dulu," jelas Made Rentin selaku Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali saat dikonfirmasi, Selasa (8/1/2019).

"Memang umat Hindu mempercayai hal tersebut tidak membahayakan dan tetap kokoh. Itu keterangan Jero Mangkunya," ujarnya. 

"Pada masa kepemimpinan I Ketut Sudikerta sebagai Wakil Bupati Badung tahun 2013, pernah dilakukan penanganan dengan cara menambal. Namun, rupanya ada bagian yang tidak tertambal, sehingga saat dibongkar untuk renovasi kondisi retak terlihat lagi dan viral di media sosial," ungkapnya.

Ia mengatakan, nantinya akan dilakukan pertemuan untuk mengkaji lebih dalam, sejauh mana keretakan tersebut berbahaya atau tetap kokoh.

"Nah ini akan dikroscek dari segi keilmuan dengan perkataan Jero Mangku tadi. Ketika ada titik temu, nantinya Pemkab Badung dan Pemerintah Provinsi Bali akan mengambil langkah," ujarnya.

Sementara itu, Kadis PUPR Badung, Surya Suamba mengungkapkan persoalan tersebut akan ditangani tahun ini karena masih proses tender.

Untuk terkait panjang dan lebar retakan tersebut masih belum diketahui.

"Keretakan itu nanti akan digarap tahun ini dalam jangka setahun. Nanti akan diteliti dan didesain dulu baru dikerjakan, kan masih belum tau berapa senti itu keretakannya," ujarnya.

Rentin juga mengimbau agar umat Hindu yang akan sembahyang upacara pujawali angara kasih medangsia pada 15 Januari nanti, agar tetap waspada dan tidak terlalu banyak berada di halaman utama mandala lokasi yang retak karena Pura Luhur Uluwatu berada di atas ketinggian 77 meter di atas permukaan laut.

"Yang pasti tetap waspada. Nantinya proses upacara pada tanggal 15 Januari akan dilakukan di Jaba tengah tidak di Jaba utama," imbaunya. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved