Viral Tebing Pura Uluwatu Retak, Begini Tanggapan Pengelola dan Camat Kuta Selatan

Tanggapan Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Pura Luhur Uluwatu, Wayan Wijana terkait foto viral tebing retak di Pura Luhur Uluwatu

Viral Tebing Pura Uluwatu Retak, Begini Tanggapan Pengelola dan Camat Kuta Selatan
Tribun Bali/Rino Gale
Camat Kuta Selatan bersama Manajer Objek Wisata Pura Uluwatu serta Pemangku Pura memantau kondisi tebing Pura yang retak, Rabu (9/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Pura Luhur Uluwatu, Wayan Wijana mengungkapkan bahwa foto viral tebing Pura Luhur Uluwatu retak tidak sesuai dengan kondisi saat ini.

"Kita lihat sendiri, foto yang viral tersebut tampak kering, nah kalau diperhatikan sekarang, tebing terlihat hijau rimbun dan ada pepohonan yang tumbuh dengan sendiri. Saya pikir foto yang viral dengan keadaan sekarang tidak cocok," ujarnya.

Meski demikian, Wijana mengaku masalah keretakan sudah ada sejak dulu.

Bahkan, pada tahun 1992 pengamat mengatakan terjadi penurunan sekitar satu mili namun tidak signifikan.

Saat itu sistem persembahyangan piodalan diatur dengan membatasi umat yang hendak sembahyang di Pura sebanyak 300 orang.

Proses persembahyangan juga dilakukan di Jabo Tengah.

"Sampai saat ini masih diberlakukan seperti itu," ungkapnya saat ditemui di Objek Wisata Pura Luhur Uluwatu, Rabu (9/1/2019).

Tidak hanya perihal tebing yang retak, Wijana juga menekankan bahwa yang harus menjadi perhatian adalah pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke pura kecuali melakukan persembahyangan.

"Pengunjung yang hendak berkunjung ke Pura Uluwatu, kami larang. Karena tujuannya yang diekspos adalah suasana luar Pura, bukan pura-nya. Itu komitmen kami sejak dulu," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved