Air Laut Pasang, Pemedek Naik Perahu Karet Saat Pujawali di Pura Tanah Lot

Para pamedek pun dibantu oleh personel dari jajaran Polsek Kediri, Satpolair Polres Tabanan dan lifeguard DTW Tanah Lot untuk menuju areal Pura Luhur

Air Laut Pasang, Pemedek Naik Perahu Karet Saat Pujawali di Pura Tanah Lot
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Para pemedek terpaksa menaiki perahu karet usai menghaturkan bakti di Pura Luhur Tanah Lot, Rabu (9/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Ribuan pamedek tangkil pada Karya Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot, Kecamatan Kediri, Tabanan, Rabu (9/1/2019).

Namun, karena air laut pasang sejak pukul 10.00 Wita hingga 13.00 Wita, pemedek yang hendak ngaturang bakti ke Pura Luhur harus menaiki perahu karet.

Para pamedek pun dibantu oleh personel dari jajaran Polsek Kediri, Satpolair Polres Tabanan dan lifeguard DTW Tanah Lot untuk menuju areal Pura Luhur.

“Kami yang tangkil sangat terbantu dengan adanya perahu karet ini. Saya ucapkan terimakasih kepada pihak yang telah membantu,” ujar seorang pemedek, I Ketut Suma.

Hari ini diprediksi air laut surut sekitar pukul 04.00 hingga 10.00 Wita. Kemudian akan mengalami pasang sekitar pukul 11.00 hingga 16.00 Wita, dan mulai surut lagi sekitar pukul 17.00 hingga 20.00 Wita.

Kapolsubsektor Tanah Lot, Iptu I Nyoman Subagia mengatakan, sesuai dengan kondisi yang terjadi (air laut pasang) dan arahan dari Kapolsek Kediri agar memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi warga masyarakat yang hendak melaksanakan persembahyangan di Pura Luhur Tanah Lot.

Pihaknya bersama dengan Satpolair Polres Tabanan, dan Life Guard DTW Tanah Lot saling bekerjasama untuk membantu pemedek menyeberang dengan menggunakan rubber boat.

“Kami seberangkan semua yang akan menuju Pura Luhur mulai dari sulinggih, pemangku, hingga rombongan pamedek yang hendak mengahturkan bakti pada pujawali kali ini,” kata Iptu Subagia.

Ia menyebutkan ada sekitar 30 personel dengan dua perahu karet yang dikerahkan untuk membantu para pamedek tangkil saat kondisi gelombang laut pasang.

Penyeberangan pun dilakukan beberapa kali karena jumlah pamdek yang terus berdatangan.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved