Isu Tebing Retak di Pura Luhur Uluwatu Tak Ganggu Rencana Pujawali

Proses pujawali di Pura Luhur Uluwatu pada Angara Kasih Medangsia, Selasa (15/1/2019) nanti, tak terganggu adanya isu tebing retak

Isu Tebing Retak di Pura Luhur Uluwatu Tak Ganggu Rencana Pujawali
Tribun Bali/Rino Gale
KONDISI TEBING - Jro Mangku Gede Sentana (kiri) memberi keterangan kondisi tebing Pura Luhur Uluwatu yang dikabarkan retak, Rabu (9/1/2019). Kemarin, Jro Mangku menyatakan tak ada keretakan baru di tebing pura. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Proses pujawali di Pura Luhur Uluwatu pada Angara Kasih Medangsia, Selasa (15/1/2019) nanti, tak terganggu adanya isu tebing retak.

Hanya saja, persembahyangan akan dipusatkan di madya mandala atau jaba tengah.

Pemangku Pura Luhur Uluwatu, Jro Mangku Gede Sentana, menyatakan sembilan hari jelang pujawali, pihaknya sudah mengadakan rapat bersama desa maupun pengempon Puri Agung Kuta dan Puri Jambe terkait persiapan upacara.

"Piodalan ini berlangsung selama tiga hari. Puncak karya pada tanggal 15 Januari 2019 dan nyineb 18 Januari 2019. Hasil rapat sudah matang, tinggal pelaksanaannya saja," ujarnya saat ditemui di Pura Luhur Uluwatu, Rabu (9/1/2019).

"Tadi (kemarin, red) kita sudah pasangkan alang-alang, tinggal nanti hari Sabtu akan dipasangkan pelinggih serta kain untuk menghiasi pura. Dan kemudian pada hari Senin (14/1/2019) persiapan banten yang sudah siap dan tertata rapi," tambahnya.

Pada saat hari H, umat yang sembahyang akan diberi tiket masuk dan dibatasi sekitar 300-350 orang.

Persembahyangan digelar di jaba tengah, sedang di jeroan (utama mandala) hanya untuk prosesi upacara.

"Sistem pembagian kartu ini sudah sejak dulu. Jadi kapasitas umat sekitar 300-350. Namun, proses sembahyangnya diadakan di area jaba tengah bukan di dalam (jeroan). Di dalam hanya prosesi upacara tersebut. Jadi terkait masalah keretakan pada tebing tidak jadi masalah dari dulu karena kami sudah mewaspadai dengan sistem tersebut," ungkapnya.

Sebelumnya, tebing Pura Luhur Uluwatu santer dikabarkan mengalami keretakan.

Pura ini berada di ketinggian 77 meter di atas permukaan laut.

Halaman
123
Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved