Sertifikat Tanah Digadaikan Usai Janji Bantu Balik Nama, Pria Ini Dijebloskan ke Penjara

Dewa Gede Budiarasana (33) akhirnya dilaporkan ke Polsek Bangli karena diduga telah melakukan tindakan penipuan atau penggelapan

Sertifikat Tanah Digadaikan Usai Janji Bantu Balik Nama, Pria Ini Dijebloskan ke Penjara
Tribun Bali/Fredey Mercury
Budiarsana digiring ke sel Polsek Bangli, Rabu (9/1/2019). Ia terlibat penipuan sertifikat tanah serta BPKB 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Tiga tahun lamanya, proses balik nama sertifikat tanah seluas 5,9 are tak kunjung usai.

Ini membuat Dewa Gede Budiarasana (33) akhirnya dilaporkan ke Bangli'>Polsek Bangli karena diduga telah melakukan tindakan penipuan atau penggelapan.

Kapolsek Bangli, Kompol Dewa Made Raka menjelaskan, kasus tersebut bermula Sabtu (30/5) tahun 2015.

Pelaku yang berkawan baik dengan korban bernama Nengah Sujana (49), sempat menjanjikan bantuan untuk balik nama di Kantor Pertanahan Kabupaten Bangli.

Namun hingga tahun 2018, proses balik nama sertifikat tak kunjung usai.

"Ada upaya dari korban untuk menanyakan perihal kelanjutan balik nama sertifikat itu, disamping juga korban melakukan penelusuran," ujar Kompol Raka, Rabu (9/1/2019). 

Ternyata, sertifikat tersebut telah digadaikan pada seseorang.

Selain sertifikat tanah, Kompol Dewa Raka mengatakan pelaku juga sempat menjanjikan bantuan untuk pembayaran pajak di Kantor Samsat Bangli.

Namun sampai saat ini pajak tersebut belum dibayarkan.

“Keduanya tidak ada hubungan keluarga, hubungan antara pelaku dan korban hanya teman yang kenal baik saat masih berjualan di Pasar Kidul. Kedua barang itu sama-sama digadaikan. Sertifikat tanah digadaikan pada seseorang, sedangkan BPKB kendaran honda beat digadaikan di Bank Sinar Bangli. Sehingga korban mengalami kerugian total mencapai Rp 315 juta,” bebernya.

Pelaku yang merupakan satpam di satu perusahaan ini akhirnya berhasil diamankan pada Selasa (8/1/2019), di tempat cuci sepeda motor wilayah LC Uma Bukal, Kelurahan Cempaga, Bangli.

Berdasarkan pengakuannya, sertifikat tanah tegalan seluas 5,9 are itu digadaikan sebesar Rp 7 juta yang hasilnya digunakan untuk membayar utang.

Atas kejadian tersebut, Kompol Dewa Raka mengatakan pelaku dijerat pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun penjara.

“Kami juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kemungkinan korban lainnya,” tandas Kompol Dewa Made Raka. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved