Amor Ring Acintya, Wayan Ngenteg Sang Maestro Seniman Ukir Style Bali di TMII Meninggal

Di kamar tidur yang relatif kecil, dengan alas tidur seadanya, seniman senior, Wayan Ngenteg (99), menghembuskan napas terakhirnya, Rabu (9/1) pagi.

Amor Ring Acintya, Wayan Ngenteg Sang Maestro Seniman Ukir Style Bali di TMII Meninggal
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Mang Oke memperlihatkan potret maestro, I Wayan Ngendeg, selama masih hidup, Kamis (10/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Di kamar tidur yang relatif kecil, dengan alas tidur seadanya, seniman senior, Wayan Ngenteg (99), menghembuskan napas terakhirnya, Rabu (9/1) pagi.

Selama masa senjanya, ia hanya disemangati oleh keluarganya.

Sebagai seniman senior sekaligus maestro, Wayan Ngenteg telah melahirkan puluhan seniman berbakat, serta mengharumkan nama Kabupaten Gianyar di bidang kesenian.

Tapi, saat sang maestro meninggal dunia, tak satupun ucapan belasungkawa yang tampak di kediamannya di Banjar Margabingung, Desa Bedulu, Blahbatuh, Rabu (9/1).

Selain itu, tak satu pun tampak bingkaian piagam penghormatan tergantung di tembok kamarnya yang bercat putih.

Hanya tampak sejumlah potret dirinya saat melatih seni, yang kondisi fotonya sudah memudar.

Tak berlebihan jika mengatakan mendiang Wayan Ngenteg merupakan seniman yang diabaikan di kabupaten berjuluk ‘gumi seni’ ini.

Cucu Wayan Ngenteg, I Nyoman Suastawa, ditemui Kamis (10/1), mengungkapkan, sebelum meninggal, kakeknya tersebut menderita stroke sejak 16 tahun ini.

Kondisi ini menyebabkannya tak bisa melakukan aktivitas secara leluasa, dan harus dibantu menggunakan kursi roda. Karena hal ini, mendiang pun membatasi aktivitas keseniannya.

Menurut pria yang karib dipanggil Mang Oke ini, semasa hidup kakeknya itu, beliau hampir menguasai segala jenis kesenian Bali, kecuali menari.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved