Dinas Kelautan dan Perikanan Bali akan Tetapkan Biaya Produksi Perikanan Secara Berkala

Kita dalam menentukan itu punya analisis terhadap biaya produksi. Nanti secara berkala, karena biaya pakan itu kan selalu ada kenaikan

Dinas Kelautan dan Perikanan Bali akan Tetapkan Biaya Produksi Perikanan Secara Berkala
Humas Pemprov Bali
Gubernur Bali, Wayan Koster didampingi Wagub Cok Ace saat acara peresmian dan sosialisasi Pergub Bali No. 99 Tahun 2018 di Desa Pengotan, Bangli, Senin (7/1/2019). 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No. 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Dalam Pergub tersebut salah satu poin yang menjadi sorotan yakni pengusaha baik swalayan, hotel, restoran dan katering harus membeli produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali minimal 20 persen di atas biaya produksi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, I Made Gunaja mengatakan bahwa pihaknya akan segera menentukan biaya produksi dari masing-masing produk perikanan tersebut.

"Kita dalam menentukan itu punya analisis terhadap biaya produksi. Nanti secara berkala karena biaya pakan itu kan selalu ada kenaikan. Dan itu secara berkala akan kita update biaya-biaya operasional itu sehingga nanti kita sosialisasikan dan kita undang nanti dari para pelaku-pelaku," terangnya Gunaja saat ditemui Tribun Bali di kantornya, Rabu (9/1/2019) pagi.

Dijelaskan lagi dalam menentukan biaya produksi itu terdapat beberapa komponen yang dijadikan sebagI acuan.

Baca: Pergub Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Dikeluarkan, Begini Pendapat Akademisi

Baca: Tak Sekadar Pergub, Produk Pertanian Juga Butuh Sertifikasi untuk Masuk Pasar Modern dan Mancanegara

Baca: Pergub Tentang Kantong Plastik Jangan Sampai Mandul Dan Tidak Bergigi

Komponen utama dalam penentuan biaya produksi produk perikanan ini yakni berupa pakan dan benih.

Selain kedua komponen itu, komponen yang tak kalah penting berupa biaya untuk tenaga kerja.

"Dari sisi itu tiga komponen (yang dijadikan acuan). Utamanya adalah benih dan pakan. Itu yang selalu kita hitung," jelasnya.

Kalau melihat dari sisi usaha, jelasnya lagi, terdapat komponen lain seperti penyusutan dan lain sebagainya.

Dalam mengimplementasikan pergub ini pihaknya mengaku akan lebih memprioritaskan pengusaha kecil dan akan dibuatkan seperti kelompok serta ada perbaikan manajemen.

Selain mengatur soal harga, pergub ini juga mengatur tentang persentase pemanfaat produk lokal bagi swalayan, hotel restoran dan katering.

Dalam pemanfaatan produk perikanan lokal Bali, para pengusaha tersebut paling sedikit wajib menggunakan minimal 30 % dari volume produk yang dibutuhkan. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved