Perbekel Menyerah Redam Konflik Guru, DARD Disebut Sering Berkata Kasar di Sekolah

Seorang oknum guru di SMPN 2 Tembuku berinisial DARD, diharapkan agar segera pindah dari sekolah tersebut

Perbekel Menyerah Redam Konflik Guru, DARD Disebut Sering Berkata Kasar di Sekolah
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
KONFLIK - Perbekel Desa Peninjoan, Dewa Nyoman Tagel, mengaku sudah sempat mencoba meredam konflik guru namun tidak berhasil. Oknum guru pelajaran matematika itu dinilai kerap melontarkan kalimat-kalimat kasar. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Seorang oknum guru di SMPN 2 Tembuku berinisial DARD, diharapkan agar segera pindah dari sekolah tersebut.

Sebab guru pelajaran matematika itu dinilai kerap melontarkan kalimat-kalimat kasar.

Keluhan mengenai kekerasan verbal yang dilakukan oknum guru ini sudah mencuat sejak tahun 2012 silam.

Kata yang diungkapkan di antaranya menyebut seseorang dengan kata 'cai' maupun menyebut masyarakat dengan ungkapan 'jelema-jelema'.

Perbekel Desa Peninjoan Tembuku, Dewa Nyoman Tagel mengungkapkan, pihaknya sempat mendengar selentingan dari warganya, mengenai perkataan kasar DARD sejak awal tahun 2012 lalu.

Tak hanya masyarakat, Dewa Tagel juga mengatakan beberapa guru lainnya juga sempat menyampaikan hal serupa pada dia dan sempat bersitegang.

"Terkait konflik antar guru, saya selaku perbekel hanya bisa mengambil jalan tengah untuk meredam konflik agar tidak mencuat di kalangan siswa. Terlebih kata-kata kasar dari guru itu," katanya, Kamis (10/1/2019).

Upaya meredam ternyata tak berhasil.

Sebab seiring berjalannya waktu, oknum guru yang bersangkutan tetap melontarkan kata-kata kasar.

Sejumlah masyarakat juga tak jarang melaporkan padanya terkait perilaku oknum guru itu.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved