Warga di Kintamani Sempat Panik Lantaran Suara Gemuruh Dari Material Vulkanik Gunung Agung

Dampak dari hujan abu utamanya dirasakan di wilayah Desa Abang Batudinding, Kintamani.

Warga di Kintamani Sempat Panik Lantaran Suara Gemuruh Dari Material Vulkanik Gunung Agung
Tribun Bali / Muhammad Freddy Mercury
Petani di Desa Abang Batudinding saat melakukan penyiraman pada lahan pertanian cabai miliknya, yang terpapar abu vulkanik gunung agung. Jumat (11/1/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Erupsi Gunung Agung yang terjadi Kamis (10/1/2018) pukul 19.55 wita, dirasakan dampaknya hingga wilayah Bangli, khususnya kecamatan Kintamani.

Material abu vulkanik yang berjatuhan di genting rumah warga sempat membuat panik lantaran gemuruhnya terdengar keras. Terlebih di rumah warga yang atapnya terbuat dari seng.

Dampak dari hujan abu utamanya dirasakan di wilayah Desa Abang Batudinding, Kintamani.

Perbekel Desa setempat, I Made Diksa mengatakan jika hujan abu ditandai dengan suara gemuruh, dan tidak dipungkiri menyebabkan masyarakat sekitar panik.

Hujan abu yang turun di Desa Abang Batudinding terjadi selama 30 menit. 

Paparan abu vulkanik yang terasa hingga wilayah Abang Batudinding malam itu, dinilai memiliki intensitas lebih tebal dibandingkan dua dampak hujan abu pada erupsi-erupsi sebelumnya.

Kata dia, pada dua erupsi sebelumnya, material abu cenderung lebih halus seperti bedak, sedangkan hujan abu semalam, terasa agak keras dan kasar. 

"Jadi tadi malam kami mendengar suara dari genting yang dimulai dari pukul 20.40 wita, dan berakhir pada 21.10 wita," ujarnya saat ditemui Jumat (11/1/2018)

Made Diksa juga mengatakan dari 6 Dusun di wilayah Desa Abang Batudinding, hanya Dusun Dukuh yang terpapar material vulkanik Gunung Agung, sedangkan Dusun ataupun wilayah desa tetangga seperti Desa Suter, diakui belum ada laporan. 

Menurut Made Diksa, hal tersebut bisa terjadi lantaran dipengaruhi oleh arah angin, yang mengarah ke barat laut.

Ia menambahkan, saat terjadinya hujan abu, pihak desa telah mengimbau pada masyarakat sekitar melalui pengeras suara untuk tidak keluar rumah sementara waktu.

"Sekitar jam 20.50 wita kami berikan imbauan ke masyarakat agar tidak keluar rumah. Andaikan akan keluar, diimbau juga untuk mengenakan APD (alat pelindung diri) minimal masker," ujarnya. 

Ia juga mengimbau para petani untuk melakukan penyiraman lahan pertanian, mengingat material hujan abu lebuh tebal dan keras dari paparan tahun lalu.

Dikhawatirkan hal ini bisa membuat daun tanaman rontok.

"Kami juga akan berbicara dengan BPBD Bangli, untuk meminta 1000 masker sebagai langkah antisipasi kejadian serupa," tandasnya. (*) 

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved