Buleleng Kekurangan 1.800 Guru SD dan SMP

Buleleng masih membutuhkan guru dengan angka yang cukup besar, yakni 1.800 guru PNS baik jenjang SD dan SMP

Buleleng Kekurangan 1.800 Guru SD dan SMP
Tribunnews
Ilustrasi murid SD belajar 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak 158 peserta seleksi CPNS 2018 formasi guru kelas Sekolah Dasar (SD) dinyatakan lulus.

Jumlah tersebut rupanya tidak serta merta dapat meminimalisir persoalan kekurangan guru yang terjadi di Buleleng yang jumlahnya mencapai seribuan orang.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Buleleng, Gede Suyasa menjelaskan dari sisi rasio, pengangkatan terhadap 158 Guru CPNS di tingkat SD dinilai masih kurang.

Bahkan masih belum menutupi jumlah PNS yang pensiun pada tahun 2018 lalu yang angkanya mencapai 168 guru PNS.

Akibatnya, Buleleng masih membutuhkan guru dengan angka yang cukup besar, yakni 1.800 guru PNS baik jenjang SD dan SMP.

“Kalau segi rasio masih kurang. Dari segi analisis kekurangan guru di jenjang SD dan SMP sampai 1.800 guru,” kata Suyasa belum lama ini.

Bahkan, di tahun 2019 ini sebut Suyasa, akan ada 207 guru PNS yang memasuki masa pensiun. Tentu saja kondisi ini yang akan membuat setiap tahun terjadi kekurangan guru di Buleleng.

“Karena pengisian formasi CPNS-nya baru sekitar yang pensiun berjalan,” imbuhnya.

Namun dengan pengangkatan CPNS ini, Suyasa mengaku tetap bersyukur. Karena di setiap sekolah akan tersebar Guru PNS. Utamanya akan berdampak terhadap pengurusan Dana Bantuan Operasional Siswa (BO)

Sebab, di dalam Petunjuk Teknis (Juknis) BOS untuk tahun 2018, yang boleh menjadi bendahara BOS sebut Suyasa adalah para guru yang sudah berstatus PNS.

Sedangkan guru pengabdian atau guru kontrak sudah dilarang menjadi bendahara BOS.

“Jadi kalau tidak ada PNS, maka Kepala Sekolah akan merangkap menjadi Bendahara BOS. Kalau sebelumnya memang dibenarkan guru pengabdian atau guru kontrak menjadi Bendahara BOS. Tetapi ke depan harus sesuai Juknis 2018. Maka kami sangat berharap bisa dibuka kembali untuk formasi CPNS di masa yang akan datang,” tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved