Berjuluk Si Ratu Ular dari Tabanan, Ni Putu Astrid Pernah Dipatuk Ular Cobra Karena Tak Sembahyang

Perempuan asal Tabanan ini mulai memelihara ular sejak tahun 2007 dan setahun berikutnya menjadi penari ular hingga dijuluki si Ratu Ular.

Berjuluk Si Ratu Ular dari Tabanan, Ni Putu Astrid Pernah Dipatuk Ular Cobra Karena Tak Sembahyang
Tribun Bali/Putu Supartika
UNJUK KEBOLEHAN - Ni Putu Astridayanti memperlihatkan kebolehannya bersama ular King Cobra di rumahnya di Banjar Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, Marga, Tabanan, Jumat (12/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Hampir 13 tahun Ni Putu Astridayanti memiliki hobi memelihara ular sekaligus menjadi penari ular.

Perempuan asal Tabanan ini mulai memelihara ular sejak tahun 2007 dan setahun berikutnya  menjadi penari ular hingga dijuluki si Ratu Ular. Bagaimana kisahnya?

Hujan rintik-rintik turun meski langit tampak cerah ketika Tribun Bali sampai di Banjar Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan, Jumat (12/1) siang.

Hanya ada satu tujuan saat itu yaitu bertemu Ni Putu Astridayanti yang disebut-sebut sebagai Ratu Ular dari Tabanan, yang tinggal tak jauh dari Taman Pujaan Bangsa Margarana.

Ketika sampai di depan rumah Astrid, hujan rintik pun reda dan yang tertinggal hanya cahaya matahari yang lumayan terik.

"Maaf ya saya ngoopin (melayat), ada yang meninggal," kata Astrid menyapa Tribun Bali yang telah menunggu di bale sakapat rumahnya sembari membuat kopi.

Sembari menikmati segelas kopi dan kue pie, ia pun bercerita perjalanannya sebagai penari ular hingga dijuluki sebagai Dewi Ular atau Ratu Ular.

"Pertama-tama saya juga takut ular. Karena saya penasaran dengan sifatnya, kok pas diganggu dia pasang jurus, tidak diganggu dia jalan. Karena penasaran itu saya belajar nangkep-nangkep ular, dari ular yang nggak berbisa, ular piton. Tapi pertama saya masih takut juga. Dag dug dag dug detak jantung saya," tuturnya sembari tersenyum.

Saat itu tahun 2007, ketika dirinya masih semester empat Jurusan Bahasa Bali IHDN Denpasar. Lama-kelamaan perempuan kelahiran 16 Agustus 1986 ini pun tertarik dengan ular.

Ketika ia telah memelihara ular, seorang teman pun mengatakan kenapa tidak mencoba melakukan sesuatu terhadap ular yang dipelihara tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved