Sektor Usaha Penghasil Sampah Terbesar, Pemkab Badung Luncurkan Green Mangupura Award

Sektor usaha disebut sebagai penghasil sampah paling banyak di Kabupaten Badung

Sektor Usaha Penghasil Sampah Terbesar, Pemkab Badung Luncurkan Green Mangupura Award
Tribun Bali/Rino Gale
(Foto ilustrasi. Tidak terkait dengan berita) Terlihat sampah menumpuk di samping pintu masuk Pantai Kuta, Sabtu (25/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sektor usaha disebut sebagai penghasil sampah paling banyak di Kabupaten Badung.

Pasalnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung banyak menemukan sampah dan limbah yang tak diolah dengan maksimal.

Dengan adanya banyak temuan tersebut, DLHK berencana meluncurkan Green Mangupura Award untuk tempat-tempat usaha di Badung.

Kepala DLHK Badung, Putu Eka Merthawan, mengatakan, upaya tersebut sebagai wujud kesungguhan Pemkab Badung dalam memerangi bahaya sampah, khususnya sampah plastik.

Peluncuran Green Mangupura Award itu untuk menindaklanjuti Peraturan Bupati Badung No 48 Tahun 2018 dan Perbup No 47 tahun 2018 yang diterbitkan pemerintah setempat 28 November 2018.

“Sebenarnya sektor usaha merupakan sampah terbesar. Pasalnya, sampah tersebut tidak diolah dengan baik. Seperti pengusaha hotel jika menyewa orang pembuang sampah, orang tersebut yang membuang sampah sembarangan. Iya seperti pembuang sampah bodong atau tak jelas,” ujarnya, Sabtu (12/1/2019).

Selain menindaklanjuti sampah, ia juga mengatakan, banyak hotel di Badung yang mempunyai laundry dengan membuang limbahnya ke sungai.

Maka dari itu, pihaknya mengaku kini gencar berbenah dengan menjajaki usaha yang ada di Gumi Keris untuk melakukan sosialisasi.

“Pada Januari, Februari dan Maret kami akan melakukan sosialisasi terkait dengan Perbub dan peluncuran Green Mangupura Award. Sehingga setelah melakukan sosialisasi ke semua pengusaha di Badung, kami akan evaluasi kembali dan baru memberikan reward tersebut,” paparnya.

Terkait reward Green Mangupura Award tersebut, pihaknya mengaku akan memberikan pada semua instansi dan pengusaha yang ada di Kabupaten Badung.

“Nanti kami akan beri penghargaan, mana hotel dan restoran yang bersih dan hijau. Sehingga penghargaan itu menjadi daya jual mereka. Dan otomatis, ketika tempat itu diberi penghargaan oleh Kabupaten Badung, berarti itu layak dikunjungi wisatawan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, beberapa tempat usaha yang akan disurvei untuk dinilai yakni Bandara Ngurah Rai, destinasi wisata (Pantai Pandawa, Benoa, Kuta), hotel, restoran, mall, mini market, rumah sakit, Puskesmas, katering, dan laundry.

“Jadi dengan berbagi Perbup kami akan berikan penilan bangaimana pengolahan limbah, pengolahan sampah. Termasuk juga bagaimana menangani sampah dengan baik. Dengan diterapkannya ini, kami berharap bisa menangani sampah sebanyak 50 ton per hari, atau sebesar 15 persen bisa di tangani dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, mantan Kabag Humas Badung itu juga akan menetapkan Tumpek Wariga sebagai hari bebas sampah plastik.

“Iya. Rencananya 16 Maret kami jadikan sebagai hari pengurangan sampah plastik, karena bertepatan dengan Tumpek Uduh, harinya lingkungan hidup di Bali,” katanya. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved