Delapan Bab Dibingkai Tema Besar Politik Kebudayaan, Bedah Buku 'Mencari Bali yang Berubah'

Antropolog, I Ngurah Suryawan hadir dengan karya mutakhir bertajuk 'Mencari Bali yang Berubah'

Delapan Bab Dibingkai Tema Besar Politik Kebudayaan, Bedah Buku 'Mencari Bali yang Berubah'
Istimewa
BINCANG-BINCANG - Suasana bedah buku Mencari Bali yang Berubah karya karya Antropolog, I Ngurah Suryawan di Bentara Budaya Bali, Sabtu (12/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Antropolog, I Ngurah Suryawan hadir dengan karya mutakhir bertajuk 'Mencari Bali yang Berubah'.

Buku yang diterbitkan Penerbit Basa Basi (2018) tersebut dibincangkan pada program Pustaka Bentara di Bentara Budaya Bali, Sabtu (12/1/2019).

Buku ini terdiri dari delapan bab yang bagian awal atau versi awalnya telah diterbitkan dalam artikel jurnal.

Keseluruhan bab dibingkai oleh sebuah tema besar tentang politik kebudayaan Bali.

Cikal bakalnya adalah sebuah imajinasi tentang Bali yang menurut Suryawan, dibangun berdasarkan konstruksi yang sangat kolonialistik.

“Semoga buku ini bisa menjadi titik berangkat saya untuk bisa lebih mendalami lagi soal Bali. Karena setelah 2010 saya mulai meriset tentang Papua, dan praktis ikatan emosi saya dengan Bali tidak ada sama sekali. Jadi saya merasa harus memelihara ikatan emosi saya dengan Bali,” kata Ngurah Suryawan.

Ia menilai penting bagi anak-anak muda Bali untuk lebih reflektif.

Ngurah Suryawan memutuskan ke Papua hanya karena ingin tahu hwal ihwal di luar Bali.

Bagi dia, menjadi manusia harus belajar menjadi manusia lainnya.

Ini agar pemikiran manusia lebih luas hingga mereka yang berupaya mengadu domba gagal.

Halaman
123
Penulis: I Putu Darmendra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved