Disbud Usulkan Lukisan Wayang Kaca jadi Warisan Budaya Tak Benda

Dinas Kebudayaan Buleleng kembali akan mengusulkan dua kesenian dan budaya yang dimiliki oleh Bumi Panji Sakti

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Setelah berhasil mengantongi tiga sertifikat warisan budaya tak benda dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dinas Kebudayaan Buleleng kembali akan mengusulkan dua kesenian dan budaya yang dimiliki oleh Bumi Panji Sakti.

Lukisan wayang kaca di Desa Nagasepaha, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, dan permainan tradisional Megoak-Goakan di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng agar menjadi warisan budaya tak benda Indonesia.

Dua kesenian ini diusulkan menjadi warisan budaya tak benda karena memiliki nilai sejarah dan tetap lestari.

Permainan megoak-goakan konon dimulai saat masa kerajaan I Gusti Panji Sakti menyerang Blambangan.

Permainan ini sering dipentaskan di berbagai event di Buleleng.

Sedangkan lukisan wayang kaca yang kini masih diproduksi masyarakat Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng, juga merupakan jenis kesenian satu-satunya di Bali.

“Kami sudah ajukan dua ini melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, yang nanti akan dilanjutkan ke pusat untuk usulan WBTBnya. Kami inginnya mengusulkan lebih dari dua seperti tahun lalu karena Buleleng memiliki kekayaan seni dan budaya sangat beragam,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Komang belum lama ini.

Pihaknya pun mengaku akan melakukan penggalian data kembali jenis kesenian yang ada di Buleleng untuk diajukan menjadi WBTB Indonesia.

“Selain mendapat pengakuan ini sebagai bukti tertulis bahwa kesenian itu milik dan ada di Buleleng. Ini juga sebagai perlindungan dan antisipasi pengklaiman negara atau daerah lain atas kesenian yang kita punya,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy menetapkan tiga karya budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Buleleng sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.

Tiga karya budaya itu adalah Tari Truna Jaya, Nyakan Diwang, dan Songket Beratan.

Sertifikat warisan budaya tak benda telah diserahkan pada Oktober 2018 lalu dengan diterima oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Berata. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved