Jumlah ASN di Karangasem Tergerus Masa Pensiun, 2019 Pemkab Minta Tambahan Kuota CPNS

Sekitar 203 ASN masuk masa pensiun pada 2018 lalu. Dan diperdiksi pada 2019 ini akan ada 209 ASN yang juga tergerus masa pensiun.

Jumlah ASN di Karangasem Tergerus Masa Pensiun, 2019 Pemkab Minta Tambahan Kuota CPNS
Tribun Bali/Rizal Fanany
TES CPNS - Seorang peserta mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar CPNS 2018 di Makodam IX/Udayana Denpasar, belum lama ini. Hasi tes SKD kini menggunakan sistem rangking. 

Jumlah ASN di Karangasem Tergerus Masa Pensiun, 2019 Pemkab Minta Kuota CPNS

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Pemerintah Kabupaten Karangasem kekurangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sekitar 203 ASN masuk masa pensiun pada 2018 lalu. Dan diperdiksi pada 2019 ini akan ada 209 ASN yang juga tergerus masa pensiun.

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karangasem, I Gusti Gede Rinceg mengatakan, pegawai yang pensiun sebagian besar di sektor pendidikan (guru), teknisi, serta kesehatan di antaranya perawat dan bidan.

"Pemerintah kekurangan ASN lantaran banyak yang pensiun. Setiap tahun pasti ada pegawai yang pensiun. Sedangkan rekrutmen CPNS jarang. Tahun 2019, ASN pensiun sebaanyak 209 orang," tambah Gusti Gede Rinceg, mantan Skretaris Inspektorat Daerah.

Kekurangn pegawai ini terjadi sejak tahun lalu. Kuota CPNS 2018 yang diberikan untuk Karangasem tidak cukup mengisi kekurangan.

Kuota CPNS 2018 sebanyak 202 kursi. Formasi terbanyak yakni guru dan kesehatan. Seperti perawat, apoteker, bidan.

Rinceg menambahkan, pemerintah telah mengusulkan tambahan CPNS ke pemerintah pusat untuk mengisi kekurangan di Pemerintah Karangasem.

Rencana usulan ini dikirim setelah rekrutmen CPNS 2018. Pihaknya beharap ada respon baik dari pusat.

Saat ini jumlah tenaga kontrak sekitar 4.125 orang. Paling banyak tenaga kesehatan, pendidik, tenaga kebersihan di Dinas Perumahan Permukiman, dan tenaga pungut pajak di Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Krangasem.

Untuk diketahui, saat pegawai negeri sipil di Karangasem berjumlah 6.677 orang.

Rincianya, fungsional sebanyak 4.564 orang meliputi pengajar, tenaga kesehatan, pengawas, serta penyuluh. Sedangkan sisanya struktur, tersebar di beberapa OPD. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved