Masyarakat Dusun Wanasari Protes, Jabatan Kadus Harus Segera Diberhentikan

Masyarakat Dusun Wanasari, Denpasar, Bali kembali menuntut janji dan ketegasan dari Kepada Desa (Kades) Dauh Puri Kaja pada hari ini, Senin, 14/1/2019

Masyarakat Dusun Wanasari Protes, Jabatan Kadus Harus Segera Diberhentikan
TRIBUN BALI/AHMAD FIRIZQI IRWAN
Ratusan masyarakat Dusun Wanasari terlihat menunggu di depan Kantor Camat Denpasar Utara, terkait keputusan penurunan jabatan Kadus mereka pada Senin (14/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Masyarakat Dusun Wanasari, Denpasar, Bali kembali menuntut janji dan ketegasan dari Kepada Desa (Kades) Dauh Puri Kaja pada hari ini, Senin (14/1/2019).

Ratusan orang berkumpul di depan kantor Camat Denpasar Utara untuk menunggu hasil rapat terkait keputusan Kepada Dusun (Kadus) Wanasari, Badrun Syamsi yang telah dilayangkan surat mosi tidak percaya untuk turun dari jabatannya.

Perwakilan Masyarakat Dusun Wanasari, Haji Marzuki mengatakan ia bersama masyarakat ingin kejelasan dari keputusan Kadus yang diminta turun dari jabatannya.

Namun setelah menunggu dari pukul 10.00 Wita, keputusan bagi masyarakat Dusun Wanasari pun masih belum ada titik kejelasannya.

"Sebenarnya poinnya ada di Desa (Kades). Desa itu seakan-akan kita tidak tahu aturan, padahal kita sudah mengikuti aturan baik mekanisme, bukti mosi tidak percaya dan lampirkan undang-undangnya," jelasnya.

Baca: 3x24 Jam Tidak Ada Jawaban, Warga Dusun Wanasari Kecewa dengan Kades Dauh Puri Kaja

Baca: Warga Dusun Wanasari Tagih Janji Keputusan Jabatan Kepala Desa Dauh Puri Kaja

Sebelumnya Haji Marzuki yang datang ke Kantor Camat bersama lima orang perwakilan masyarakat Dusun Wanasari, diminta untuk datang bersama AKP I Nyoman Sugianyar Ardika selaku Wakapolsek Denpasar Barat pada Jumat (11/1/2019) lalu.

AKP Sugianyar meminta perwakilan masyarakat bersama dirinya dan Kades Dauh Puri Kaja datang ke kantor Camat menemui Camat, I Nyoman Lodra.

Untuk menanyakan lebih jelas lagi terkait keputusan yang diterima Kadus Wanasari, apakah tetap menjabat atau diberhentikan.

Hal itu dilakukan karena Kades Dauh Puri Kaja Nyoman Gede Risnawan masih belum bisa menepati janji kepada masyarakatnya yang diminta untuk menunggu 3x24 jam terkait keputusan jabatan Kadus Wanasari.

"Sebenarnya Desa (Kades) sudah bisa menyimpulkan bahwa ini sudah terjadi masalah moral. Kalau sudah pemimpin tidak punya moralitas yang bagus apapun yang dilakukan tidak akan benar," tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Denpasar Barat AKP Johannes Nainggolan yang datang menghadiri mediasi antara Masyarakat Dusun Wanasari, Kades Dauh Puri Kaja dan Camat Denpasar Utara mengatakan masih terus diselidiki.

"Pak Camat masih mau membahas ini, membentuk tim lah. Apa layak atau tidak, Kepala Dusun ini diberhentikan," ujarnya.

Namun saat ditanyakan mengenai layak atau tidaknya Kadus Wanasari tersebut, AKP Johannes Nainggolan mengatakan langsung ke Camat.

"Terkait hal itu langsung ke Camat saja. Karena masih di ranah mereka. Tapi kita siap jika ingin diproses hukum nantinya," terang Kapolsek Denpasar Barat. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved