NK Abaikan Hukum dan Keselamatan, Penambang Minta Pemkab Carikan Pekerjaan

Ia tak menampik, sewaktu-waktu nyawanya bisa terancam oleh longsoran lantaran menggali batu padas di bawah tebing

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Polisi menangkap satu per satu para penambang batu padas ilegal di aliran Sungai Petanu Sukawati-Blahbatuh, Gianyar sejak beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, hal tersebut tak membuat NK (50) bergeming.

Tak ada pekerjaan lain lagi katanya, ia pun menambang untuk menyambung hidup keluarganya.

NK mengatakan, bekerja sebagai buruh tambang ilegal sudah digelutinya hampir sejak lima tahun belakangan ini.

Ia tak menampik, sewaktu-waktu nyawanya bisa terancam oleh longsoran lantaran menggali batu padas di bawah tebing.

Namun ancaman hukum dan bencana, kata dia, tak sebanding kalau anak-anaknya harus putus sekolah.

Niki payuk jakan tyang, yen ten nambang, napi angge nyekolahan pianak, ajak makan sehari-hari (Di sini penghasilan saya, kalau tidak menambang, apa dipakai sekolahin anak, dan makan sehari-hari,” ujar perempuan yang tidak lulus sekolah dasar ini, Minggu (13/1/2019).

Pendapatannya sebagai buruh tambang tak menentu karena tergantung jumlah batu yang diangkutnya ke sisi jalan.

Terkadang jika tenaganya bagus, ia bisa mendapatkan pemasukan sampai Rp 50 ribu per hari.

NK sendiri mengaku, pendapatanjya relatif sedikit.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved