BREAKING NEWS-Dinkes Tabanan Tetapkan KLB Diare, Jumlah Korbannya Sudah Ratusan Orang

Sedikitnya 105 warga Desa Sandan, Desa Bangli, kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, menderita diare per Selasa (15/1/2019).

BREAKING NEWS-Dinkes Tabanan Tetapkan KLB Diare, Jumlah Korbannya Sudah Ratusan Orang
TRIBUN BALI/I MADE PRASETIA ARYAWAN
Warga Desa Sandan, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, mendapat perawatan lantaran menderita diare. Di wilayahnya teinggal, sudah ada 105 warga yang juga mengalami diare. Dengan banyaknya kasus tersebuut, Dinkes Tabanan menerapkan status KLB per Selasa (15/1/2019). 

BREAKING NEWS-Dinkes Tabanan Tetapkan KLB Diare, Jumlah Korbannya Sudah Ratusan Orang

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sedikitnya 105 warga Desa Sandan, Desa Bangli, kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, menderita diare per Selasa (15/1/2019).

Dengan banyaknya kasus diare, Pemerintah Kabupaten Tabanan menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Diduga penyebab diare ratusan warga ini adalah air yang diminum tanpa dimasak.

Menurut informasi yang diperoleh, warga mulai menderita diare sejak Minggu (13/1/2019) sore.

Ketika itu (Minggu), sejumlah warga memilih untuk berobat ke seorang bidan setempat karena tak tahan dengan sakit perut yang dialami.

Baca: JNE Resmi Naikkan Tarif 10%-40% Mulai Hari Ini, Begini Dalih dari Manajemen

Baca: Diduga Punya Penyakit Aneh, Perempuan Muda Ini Pingsang 3 Hari di Teras Ruko, Sempat Dikira Gila

Baca: Bayi 3 Bulan Dikira Alami Tumor, Saat Perut Buncitnya DioperasiTernyata Mengalami Ini, Kasus Langka

Dan ternyata, penderita justru bertambah banyak setiap harinya hingga pada Selasa (15/1/2019) tercatat sudah ada 105 orang warga yang menderita diare.

“Saya tidak tahu penyebabnya apa. yang jelas saya makan dan minum seperti biasa kok. Dan gak pernah makan yang aneh-aneh,” ujar Yastini dengan nada lesu didampingi suaminya, I Nyoman Sulandra (37).

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Tabanan, I Nengah Suarma Putra menegaskan, peristwa ini ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) lantaran jumlah kasus atau diderita banyak orang dan terjadi secara beruntun.

“Kasusnya itu mulai dari Minggu sore sekitar pukul 18.00 Wita. Ssaat itu banyak warga yang mengeluh sakit perut dan kemudian dibawa berobat ke seorang Bidan bernama Ni Made Sulastri," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved