Ibu Gede Sutar Menangis Dan Teriak Minta Tolong Saat Melihat Anaknya Berada Di Dasar Sumur

Made Masna yang juga paman korban, mendengar suara tangisan dan minta tolong yang tidak jauh dari lokasi tempat tinggalnya.

Ibu Gede Sutar Menangis Dan Teriak Minta Tolong Saat Melihat Anaknya Berada Di Dasar Sumur
BPBD Badung
I Gede Sutar Diarta (34) warga Banjar Petingan, Desa Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung ditemukan warga terjatuh ke dalam sumur pada Senin (14/1/2019) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - I Gede Sutar Diarta (34) warga Banjar Petingan, Desa Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, Bali ditemukan warga terjatuh ke dalam sumur pada Senin (14/1/2019) malam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung bersama Basarnas dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Badung dikerahkan ke lokasi kejadian setelah menerima laporan Made Masna, warga setempat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, dr Ni Nyoman Ermy Setiari mengatakan korban yang terjatuh ke dalam sumur diduga mengidap gejala gangguan kejiwaan.

"Korban memang ada gejala gangguan kejiwaan. Kronologi kejadian pas nyemplung tidak ada yang tahu," ujarnya kepada Tribun Bali, Selasa (15/1/2019).

Ermy Setiari melanjutkan, Gede Sutar Diarta yang diduga mengidap gejala gangguan kejiwaan meminta tolong dari dalam sumur.

Ibu korban yang mendengarkan suara teriakan menelusuri suara minta tolong tersebut, ia pun terkejut dan menangis melihat anaknya sudah ada di dalam sumur.

Made Masna yang juga paman korban, mendengar suara tangisan dan minta tolong yang tidak jauh dari lokasi tempat tinggalnya.

Melihat ibu korban menangis dan minta tolong untuk menyelamatkan korban dari dalam sumur, Made Masna pun menghubungi BPBD Badung untuk meminta bantuan penyelamatan.

Sekitar pukul 22.25 wita, BPBD bersama Damkar dan Tim SAR pun datang untuk menyelamatkan korban.

Hingga akhirnya pukul 23.00 Wita, tim gabungan tersebut berhasil mengevakuasi korban dan selanjutnya dibawa menuju RSUD Badung untuk pengecekan lebih lanjut.

"Korban setelah berhasil kami evakuasi langsung dibawa menuju RSUD Badung menggunakan ambulan KBS Desa Kerobokan," jelasnya.

"Setelah dievakuasi, dalam perjalanan terlihat kondisinya lemas, tidak bergerak, nadi sulit dideteksi hingga pupil mata tidak ada respon cahaya," tambahnya.

Setelah sampai di RSUD Badung, korban pun dilarikan ke UGD untuk penanganan lebih lanjut.

Namun tidak lama setelah pemeriksaan tersebut, nyawa korban dinyatakan sudah tidak dapat tertolong lagi. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved