Seusai Pertemuan, Ini Sikap Gubernur Bali Terkait Keberadaan 3 Ormas

Gubernur Bali Wayan Koster menggelar konferensi pers berkenaan dengan surat Kapolda Bali Nomor: R/846/IV/2017/Bidkum tanggal 21 April 2017 tentang sur

Seusai Pertemuan, Ini Sikap Gubernur Bali Terkait Keberadaan 3 Ormas
TRIBUN BALI/NOVIANA WINDRI
Gubernur Koster menyebutkan menyikapi surat rekomendasi Kapolda Bali, Pemerintas Provinsi Bali harus melihat dokumen yang terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yaitu Dewan Pengurus Pusat Laskar Bali terdaftar sejak tanggal 7 Oktober 2014 dan masa berlaku berakhir pada 7 Oktober 2019. 

Seusai Pertemuan, Ini Sikap Gubernur Bali Terkait Keberadaan 3 Ormas

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster menggelar konferensi pers berkenaan dengan surat Kapolda Bali Nomor: R/846/IV/2017/Bidkum tanggal 21 April 2017 tentang surat peringatan kepada tiga ormas di antaranya Dewan Pengurus Pusat Laskar Bali, DPD Keluarga Suka Duka Baladika Bali dan Pemuda Bali Bersatu di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (15/1/2018).

Sebelum konferensi pers, Wayan Koster mengadakan pertemuan dengan mengundang masing-masing pimpinan ormas.

"Pertemuan hari ini dilakukan menyikapi surat rekomendasi dari Bapak Kapolda yang suratnya sendiri itu sebenarnya tahun 2017 bulan April. Kami baru dapat suratnya 3 Januari yang lalu. Baru dapat suratnya bukan terima suratnya," ucap Wayan Koster saat menggelar konferensi pers.

Baca: Air Mata Gubernur Bali Saat Sampaikan Masalah Ini di Hadapan 3 Ormas Besar di Bali

Baca: Sang Ibu Kaget Lihat Chat Tak Pantas Anak Perempuannya, dari Sana Fakta Perkosaan Pun Terungkap

Baca: Foto-foto Pemain Bali United Santap Menu Latihan Perdana dari Coach Teco

Gubernur Koster menyebutkan menyikapi surat rekomendasi Kapolda Bali, Pemerintas Provinsi Bali harus melihat dokumen yang terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yaitu Dewan Pengurus Pusat Laskar Bali terdaftar sejak tanggal 7 Oktober 2014 dan masa berlaku berakhir pada 7 Oktober 2019.

DPD Keluarga Suka Duka Baladika Bali terdaftar sejak tanggal 26 Oktober 2015 dan masa berlaku berakhir pada 26 Oktober 2020.

Baca: Grand New Xenia Siap Mengaspal di Bali, Ini Kelebihan yang Diunggulkan

Baca: Siswi SMA Kembali Jadi Korban Perkosaan, 3 Pelaku Menggilir Korban di 2 Lokasi Berbeda

Baca: Soal Merokok Dibahas Serius, Seluruh Sopir Angkot di Klungkung Dikumpulkan, Sanksi Tegas Menanti

"Pemuda Bali Bersatu tidak tercatat di Provinsi Bali. Hanya terdaftar di Kota Denpasar. Berkenaan dengan rekomendasi pak Kapolda yang ditujukan untuk gubernur Bali untuk membubarkan 3 ormas ini tentu kami harus menyikapi dengan kewenangan yang diatur oleh peraturan perundang-undangan,"

"Tidak bisa serta merta kami membubarkan. Bahkan di dalam Undang-Undang tidak disebutkan pembubaran hanya ada memberi peringatan secara tertulis kepada organisasi yang dinilai meresakan masyarakat, kedua adalah mencabut surat keterangan terdaftarnya,"

"Setelah ada surat peringatan tetap ada pelanggaran maka langsung maka bisa langsung diberikan surat pencabutan surat keterangan terdaftarnya," paparnya. (*)

Baca: BREAKING NEWS-Dinkes Tabanan Tetapkan KLB Diare, Jumlah Korbannya Sudah Ratusan Orang

Baca: JNE Resmi Naikkan Tarif 10%-40% Mulai Hari Ini, Begini Dalih dari Manajemen

Baca: Diduga Punya Penyakit Aneh, Perempuan Muda Ini Pingsang 3 Hari di Teras Ruko, Sempat Dikira Gila

Baca: Bayi 3 Bulan Dikira Alami Tumor, Saat Perut Buncitnya DioperasiTernyata Mengalami Ini, Kasus Langka

Penulis: Noviana Windri
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved