Atlet Bulutangkis Difabel Bali, Putu Christiani Raih Medali Perak Kejurnas NPC 2018

Atlet bulutangkis difabel Bali, Putu Christiani (30) berhasil meraih medali perak katagori single SU5 putri pada Kejurnas NPC 2018

 Atlet Bulutangkis Difabel Bali, Putu Christiani Raih Medali Perak Kejurnas NPC 2018
Dok. Pribadi Putu Christiani
Atlet bulutangkis difabel Bali, Putu Christiani. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Atlet bulutangkis difabel Bali, Putu Christiani (30) berhasil meraih medali perak di cabang olahraga bulutangkis katagori single SU5 putri pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) NPC 2018 di Surakarta, Jawa Tengah tanggal 12-15 Desember 2018 silam.

Setelah mengikuti Asian Para Games 2018 pada bulan Oktober 2018 kemarin, Christiani tak berhenti mengasah kemampuannya di cabang olahraga bulutangkis.

Saat dihubungi Tribun Bali, Selasa (15/1/2019), wanita yang bekerja di SLB Negeri 2 Buleleng ini mengatakan setelah Asian Para Games 2018, ia mengikuti Kejurnas NPC 2018 di Surakarta, Jawa Tengah pada 12-15 Desember 2018.

Christiani berhasil mengalahkan dua atlet bulutangkis Jawa Tengah untuk bisa sampai babak final.

Medali perak diperoleh setelah kalah melawan atlet bulutangkis Jawa Barat, Warining Rahayu.

Ia bercerita bahwa atlet yang ia lawan saat final merupakan temannya saat pelatnas persiapan Asian Para Games 2018 kemarin.

Ia mengaku pertandingan lawan Warining Rahayu mengingatkannya pada pelatnas.

“Kemarin itu saya hanya bisa mendapatkan medali perak, saya kalah dengan senior saya di pelatnas, jadi partner saya di pelatnas itu dari Bandung, Jawa Barat. Saat ketemu teman saya yang mendapatkan medali emas itu (di final) rasanya seperti latihan, karena saat pelatnas setiap hari saya ketemu dia, setiap hari tanding melawan dia, dan di final kemarin saya juga melawan dia,” katanya.

Dikatakan Christiani, evaluasi telah dilakukan, ia juga berharap bisa memperbaiki teknik dan daya tahan tubuh.

“Mungkin yang perlu diperdalam lagi teknik karena saya pemula di cabor bulutangkis, habis itu daya tahan dan nafas, itu masih sangat perlu diperbaiki lagi, jadi kalau saran dari pelatih sih harus lebih banyak jogging biar daya tahannya nambah,“ katanya.

Christiani sekarang sedang fokus memperbaiki kekurangan tersebut dengan latihan setiap hari seperti jogging, bermain bulutangkis maupun angkat beban.

Wanita berkulit sawo matang ini belum memiliki rencana untuk mengikuti kejuaraan ataupun pertandingan dalam waktu dekat.

Namunm ia berharap tahun 2019 ini dipanggil mengikuti pelatnas persiapan ASEAN Para Games 2019 di Filipina.

“Belum ada sih, saya masih fokus berlatih dulu. Saya berharap bisa masuk ke pelatnas untuk persiapan ASEAN Para Games 2019 di Filipina, bisa meraih medali emas untuk Indonesia dan bisa mengalahkan senior-senior saya yang duluan. Saya pingin gak main di single aja, pinginnya main di double S5 putri atau ganda, biar kemampuannya bukan di single-nya doang, pingin menambah lagi pengalaman bermain, intinya pingin ikut dan mendapatkan medali emas di Filipina,” katanya.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved