Griya Bangkasa Lahirkan 13 Sulinggih Warga Jepang, Disudhi Widani Sebelum Madiksa

Sebanyak 13 warga Jepang disahkan menganut Agama Hindu, kemudian didiksa menjadi seorang sulinggih.

Griya Bangkasa Lahirkan 13 Sulinggih Warga Jepang, Disudhi Widani Sebelum Madiksa
Dok
Sejumlah warga asal Jepang dengan kusyuk mengikuti proses madiksa untuk menjadi sulinggih di Griya Agung Bangkasa, Desa Bongkasa, Abiansemal, Badung, Senin (14/1) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Griya Agung Bangkasa mencatat sejarah dalam perkembangan Agama Hindu di Bali.

Sebanyak 13 warga Jepang disahkan menganut Agama Hindu, kemudian didiksa menjadi seorang sulinggih.

Sebanyak 13 warga negara Jepang tampak kusyuk mengikuti prosesi madiksa di Griya Agung Bangkasa, Desa Bongkasa, Abiansemal, Badung, Senin (14/1) malam.

Mereka pun kini terlahir sebagai orang yang disucikan.

Sebelum melakukan proses madiksa, ke-13 warga asal Jepang itu sudah disahkan sebagai penganut Agama Hindu.

Mereka melalui proses Sudhi Widani di Griya Agung Bangkasa pada beberapa tahun lalu. Selanjutnya menjadi bhawati atau pemangku hingga tahap tertinggi yakni madiksa.

“Sami sampun Masudhi Widani, sebelum melakukan proses madiksa,” ujar putra mendiang Ida Sinuhun Siwa Putra Prama Daksa Manuaba, I Gede Sugata Yadnya Manuaba, Selasa (15/1).

Sugata Yadnya Manuaba mengatakan, proses madiksa terhadap warga Jepang tersebut serupa dengan diksa pada umumnya.

Termasuk prosesi seda raga yang menjadi tahapan yang ditunggu-tunggu.

Saat seda raga ini, sang diksita konon akan mendapatkan pengalaman spiritual yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved