Petani Tomat di Kintamani Semringah, Harga dan Hasil Panen Bagus Meski Cuaca Buruk

Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir ini tak berimbas pada hasil pertanian tomat di wilayah Desa Buahan, Kintamani

Petani Tomat di Kintamani Semringah, Harga dan Hasil Panen Bagus Meski Cuaca Buruk
Tribun Bali/Fredey Mercury
Petani di Desa Buahan, Kintamani memetik tomat hasil panennya, Selasa (15/1/2019). Petani semringah karena harga tomat cukup bagus meski saat ini cuaca sedang buruk. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir ini tak berimbas pada hasil pertanian tomat di wilayah Desa Buahan, Kintamani.

Bahkan pengakuan petani, hasil panen kali ini bagus dengan harga yang bagus juga.

Petani asal Desa Buahan, Nyoman Sukadana mengatakan, harga saat ini harga tomat mencapai Rp 5.000 per kilogram untuk kualitas super.

Sedangkan kualitas biasa harganya Rp 4.000 per kilogram.

“Kalau pada masa panen sebelumnya harga tomat sempat anjlok yakni Rp 1.000 per kilogram. Kemudian bertahap meningkat jadi Rp 2.000, Rp 3.000 ribu dan seterusnya. Bahkan empat hari lalu menyentuh angka Rp 8.000 per kilogram di kalangan petani. Kalau di pasaran, haganya mencapai Rp 10 ribu,” ungkapnya, Selasa (15/1/2019).

Sukadana mengatakan harga tersebut sudah tergolong cukup bagus.

Menurutnya, dengan harga Rp 5.000, petani sudah bisa balik modal dan menikmati hasil panen buah tiga bulanan ini.

Terlebih permintaan tomat juga tergolong tinggi khususnya ke hotel dan restoran.

Tingginya harga tomat saat ini, tidak terlepas dari tingginya permintaan pasar, di samping juga pengaruh musim hujan yang menyebabkan gagal panen di wilayah liar Bali seperti Jawa maupun NTT.

Sebab itu diyakini pasokan tomat yang masuk ke Bali mengalami penurunan.

“Memang sangat sedikit pasokan tomat dari luar Bali khususnya di bulan ini. Hasil panen sekarang selain memenuhi pesanan hotel dan restoran, juga akan dikirim ke Klungkung, dan memenuhi permintaan dari Jawa,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved