218 Titik Ruang Publik di Bangli Akan Dipasangi Wifi Gratis

Di wilayah Bangli, terdapat sebanyak 218 titik ruang publik, yang akan tersedia akses internet secara gratis

218 Titik Ruang Publik di Bangli Akan Dipasangi Wifi Gratis
Istimewa
Ilustrasi wifi 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Bantuan wifi gratis dari pemerintah provinsi dipastikan mulai dipasang tahun 2019 ini.

Di wilayah Bangli, terdapat sebanyak 218 titik ruang publik, yang akan tersedia akses internet secara gratis.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Perasandian (Diskominfo) Bangli, Ni Wayan Manik saat ditemui Rabu (16/1/2019) menyebutkan, 218 titik yang akan dipasang wifi gratis diantaranya 168 Desa Paraman, 12 Puskesmas, serta 38 Objek maupun Desa Wisata.

Sementara anggaran pengadaan salah satu fasilitas public ini, Wayan Manik menyebut totalnya mencapai Rp 1,190 miliar.

Baca: Target 347 Titik Pemasangan Wifi Gratis di Gianyar, Kini Baru Terpasang di 43 Desa Pakraman

“Seluruhnya merupakan bantuan dari pemerintah provinsi. Kami di Kabupaten hanya menerima bersih saja. 218 titik wifi gratis ini tersebar di empat kecamatan. Kalau dikatakan sudah mencakup seluruhnya, tentu belum,” ujarnya.

Menurut Wayan Manik, pemasangan wifi gratis ini utamanya bertujuan untuk mempermudah komunikasi serta mempercepat informasi pembangunan ke masyarakat.

Dengan akses wifi gratis, lanjutnya, pelayanan di masing-masing desa bisa lebih cepat disamping juga mempermudah pihak desa dalam pelaporan program pembangunan desa.

“Di era sekarang, akses internet tidak dipungkiri menjadi salah satu kebutuhan. Tidak hanya di birokrasi, di kalangan Pendidikan utamanya bagi pelajar pun juga membutuhkan akses internet dalam kegiatan belajar,” katanya.

Baca: Koster Janjikan 2019 Mendatang Seluruh Desa Adat di Bali Dapatkan Wifi Gratis

Penyediaan layanan wifi gratis, tentunya tidak terlepas dari masih banyaknya wilayah desa di Bangli yang mengalami blankspot.

Pihaknya pun tidak memungkiri kenyataan ini, mengingat jumlah tower di Bangli khususnya jaringan 4G juga terbatas.

Seperti wilayah Desa Siakin, Desa Kutuh, Desa Subaya, serta sejumlah desa lainnya di wilayah kintamani.

Namun demikian, Wayan Manik menyebutkan secara teknis persoalan itu nantinya ditangani oleh rekanan yang telah ditunjuk, dalam hal ini PT. Telkom.

Sebab diakui Wayan Manik, pihak rekanan juga telah melakukan survey lapangan untuk pemasangan wifi gratis.

“Apakah nantinya pihak rekanan yang bersangkutan akan membangun tower, itu keputusan mereka. Yang jelas harapan kami dengan wifi gratis ini, persoalan blankspot bisa mencapatkan solusi. Sehingga masyarakat di pelosok desa, ataupun objek wisata bisa lebih berkembang,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved