Berjuang di Laut Arafuru, Saksi Hidup Asal Bali Ini Berperang Melawan Kapal & Pesawat Tempur

"Dia bertempur bersama-sama RI Matjan Tutul dan RI Harimau yang dengan penuh Heroik berjuang di Laut Arafuru," kata Danlanal.

Berjuang di Laut Arafuru, Saksi Hidup Asal Bali Ini Berperang Melawan Kapal & Pesawat Tempur
(Pen Lanal Denpasar)
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar Bali Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko melakukan anjangsana ke salah satu pelaku sejarah pertempuran Laut Arafuru, Rabu (16/01/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar Bali Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko didampingi oleh Ketua Jalasenastri Cabang 10 Korcab V Daerah Jalasenastri Armada II Ny. Henricus Prihantoko serta Ibu-ibu Jalasenastri Cabang 10, melakukan anjangsana ke salah satu pelaku sejarah pertempuran Laut Arafuru.

Salah satu saksi hidup itu bernama Peltu (Purn) I Dewa Made Pegeg, yang ditemui di kediamannya Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Kerambitan, Kabupaten Tabanan Bali, Rabu (16/01/2019), kemarin.

Henricus Prihantoko mengatakan dia adalah satu di antara saksi hidup dari Bali, pelaku sejarah pertempuran Laut Arafuru yang juga sebagai ABK RI Matjan Kumbang.

"Dia bertempur bersama-sama RI Matjan Tutul dan RI Harimau yang dengan penuh Heroik berjuang di Laut Arafuru," kata Danlanal.

"Mereka berperang melawan kapal-kapal Kombatan dan pesawat tempur dari Kerajaan Belanda pada tanggal 15 Januari 1962, 57 tahun silam," jelas dia, mengisahkan.

Saat peristiwa terjadi, Peltu (Purn) I Dewa Made Pegeg adalah pengawak atau juru mesin dan senjata di RI Matjan Kumbang.

Peltu (Purn) I Dewa Made Pegeg mempunyai seorang istri yang dikarunia 4 orang putra dan 1 orang putri yang mana salah satu putranya ada yang meneruskan semangatnya sebagai Prajurit TNI AL dan saat ini menajabat sebagai Kadiskesal atas nama Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara.

Kini Dewa Made Pegeg, di usia tuanya tinggal bersama keluarga tercinta di daerah Kerambitan Tabanan Bali

"Sebagai anggota TNI AL yang berada di Bali patut bangga dengan beliau, karena masih ada putra terbaik dari Bali yang menjadi saksi hidup pertempuran Laut Arafuru 57 tahun silam," ujar dia.

Anjangsana yang dilaksanakan oleh Pangkalan TNI AL Denpasar ini dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera dan untuk mempererat tali silaturahmi dengan pelaku sejarah pertempuran Laut Arafuru.

Selain itu silaturahmi juga dilakukan kepada keluarga beliau, pula sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa beliau yang telah berjibaku dalam pertempuran dengan penuh heroik di laut Arafuru.

"Kita sebagai penerusnya, harus mampu memberikan sumbangsih dan kontribusi positif serta karya nyata untuk TNI AL dari prajurit Matra Laut dalam bentuk pengabdian kepada negara dan bangsa, serta demi terwujudnya TNI AL yang handal dan disegani serta berkelas dunia," tuturnya, melalui siaran pers yang diterima tribun-bali.com. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved