Sulastri Turuti Semua Permintaan Pelaku, Korban Ditakut-takuti Anaknya Akan Meninggal Mendadak

Tujuh pelaku hipnotis yang terdiri dari tiga warga negara China dan empat warga negara Indonesia menjalani sidang dakwaaan

Sulastri Turuti Semua Permintaan Pelaku, Korban Ditakut-takuti Anaknya Akan Meninggal Mendadak
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
SIDANG - Tujuh terdakwa saat menjalani persidangan dalam agenda dakwaan di PN Negara, Rabu (16/1/2019). Mereka mendapatkan uang dengan cara menakut-nakuti korbannya. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Tujuh pelaku hipnotis yang terdiri dari tiga warga negara China dan empat warga negara Indonesia menjalani sidang dakwaaan di Pengadilan Negeri (PN) Negara, Rabu (16/1/2019).

Sidang menghadirkan korban, Sulastri yang merupakan pemilik Warung Sari Asih Rambut Siwi, Desa Yehembang Kangin, Mendoyo, Jembrana.

Di hadapan majelis hakim, Sulastri mengaku tak mengingat apapun saat kejadian tersebut.

Pelaku terus menekan psikologis dan mengancam bahwa anaknya akan meninggal jika tidak menuruti keinginan mereka.

"Saya takut anak saya mati. Saya pokoknya disuruh apapun mau," ucapnya di ruang persidangan.

Sulastri dihipnotis oleh Huang Pingsgui (37), Chen Chengcong (38), Chen Ali (31), Maratus Shalikah alias Emma (39) asal Banyuwangi Jawa Timur, Dewi Ilmi Hidayati (37) asal Purworejo Jawa Tengah, Mulyani (33) asal Tanjung Pinang Kepulauan Riau, dan Tjhai Fen Kiat (27) asal Palangkaraya, Kalimantan Barat.

Ia tak mengenal satu pun pelaku.

Peristiwa itu terjadi Kamis (25/10/2018) sekitar pukul 08.00 Wita.

"Awalnya saya ditawari obat oleh Emma. Dia yang berperan besar menggiring saya. Ia menyuruh saya untuk ikut ke rumah kakeknya diajak untuk obat mujarab itu. Kalau menolak anak saya akan meninggal jam 12 malam," tutur Sulastri.

Di bawah rasa takut itulah, ia mau langsung mengikuti ajakan para pelaku.

Halaman
1234
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved