Baru 4 Bulan Bebas, Kartolo Kembali Tertangkap Pakai Sabu, Berdalih Frustrasi karena Istri

Baru empat bulan menghirup udara bebas, Made Sudama alias Kartolo (38) kembali dijebloskan ke penjara

Baru 4 Bulan Bebas, Kartolo Kembali Tertangkap Pakai Sabu, Berdalih Frustrasi karena Istri
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
NARKOBA - Polisi menunjukkan barang bukti berupa dua paket sabu seberat 0,36 gram brutto dan satu buah bong, Kamis (17/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Baru empat bulan menghirup udara bebas, Made Sudama alias Kartolo (38) kembali dijebloskan ke penjara.

Ini lantaran pria asal Banjar Dinas Beji, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng itu nekat kembali mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Ia berkilah, barang haram itu dikonsumsi lantaran frustrasi bercerai dengan sang istri.

Di hadapan awak media, Kartolo mengaku sempat mendekam di balik jeruji besi selama empat tahun atas kasus yang sama.

Pasca bebas pada Oktober 2018 kemarin, rasa frustrasi lantaran bercerai dengan sang istri rupanya tak pernah hilang.

Hingga akhirnya ia memutuskan untuk kembali mengonsumsi sabu-sabu.

"Empat tahun lalu konsumsi narkoba gara-gara frustrasi cerai dengan istri. Setelah bebas Oktober 2018 kemarin masih frustrasi sehingga makai narkoba lagi. Makainya ya di rumah, di dalam kamar," ungkap ayah satu anak ini, Kamis (17/1/2019).

Kartolo berhasil diringkus polisi pada Rabu (9/1/2019) di kediamannya.

Penangkapan ini dilakukan bertepatan saat dirinya hendak menggelar pesta sabu, bersama seorang rekannya bernama Ketut Budiantara alias Kentung (23).

Dari penangkapan ini, polisi berhasil menemukan dua paket sabu seberat 0.36 gram brutto, satu buah bong atau alat hisap sabu, satu buah gunting dan satu buah korek api gas.

"Barangnya saya beli seharga Rp 500 ribu. Saya beli sama teman dari Singaraja diantar langsung ke rumah. Ya saya menyesal, kapok," ujarnya.

Sementara Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait asal usul barang haram tersebut.

Akibat perbuatannya, tersangka Kartolo bersama rekannya Kentung, dijerat dengan pasal 112 ayat (1), dengan hukuman penjara paling lama 12 tahun, serta denda paling banyak Rp 8 Miliar.

"Ini masih pengembangan proses penyelidikan. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain, seperti yang menjual sabu-sabu ini kepada tersangka Kartolo. Apa yang disampaikan oleh tersangka ini akan kami dalami lagi," jelasnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved