Boleh Izin Kerja Asal Sepekan Tetap 48 Jam, Gubernur Bali Akan Atur Waktu Kerja di Bali

Koster mengatakan, ke depan tenaga kerja di Bali harus betul-betul didesain mengenai potensinya, etos kerja, integritas moral dan jati dirinya

Boleh Izin Kerja Asal Sepekan Tetap 48 Jam, Gubernur Bali Akan Atur Waktu Kerja di Bali
Tribun Bali/Prima
Infografis pengaturan jam kerja di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam draft Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Bali menyebutkan salah satu kewenangan Provinsi yaitu mengatur terkait kependudukan dan ketenagakerjaan.

Gubernur Bali Wayan Koster menyinggung soal pekerja yang harus izin tak kerja saat ada acara adat.

Dia berharap izin tetap diberikan asalkan dalam sepekan jam kerja tetap minimal 48 jam.

Koster mengatakan, ke depan tenaga kerja di Bali harus betul-betul didesain mengenai potensinya, etos kerja, integritas moral dan jati dirinya supaya tenaga kerja lokal Bali memiliki daya saing.

Selanjutnya, penataan ini akan dilakukan melalui suatu sistem pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kalau kita desain dengan baik pembangunan SDM di Bali, saya kira orang Bali ini luar biasa. Karena orang Bali ini dalam sejarahnya memiliki keunggulan,” kata Koster saat memaparkan RUU tentang Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Rabu (16/1/2019).

Koster mencontohkan keunggulan itu dapat dilihat ketika orang Bali bertransmigrasi ke luar Bali seperti ke Lampung, Sumatra, dan Sulawesi, yang mana hasilnya sangat positif karena mereka cenderung ulet, tekun, kreatif, inovatif dan memiliki etos kerja tinggi. 

Ia menyebutkan persoalan tenaga kerja lokal Bali salah satu diantaranya yang dapat memperlemah daya saing menurut perusahaan yang beroperasi di Bali karena orang Bali terlalu banyak libur.

Lantaran orang Bali dianggap terlalu banyak libur sehingga banyak perusahaan dalam melakukan perekrutan memilih bukan orang Bali. 

“Maka yang kita atur di sini adalah berapa jam per minggu yang diwajibkan bekerja di suatu perusahaan. Kalau di suatu perusahaan ditentukan 48 jam (40 jam menurut UU Ketenaga kerjaan), silakan diatur. Kalau karyawan ada izin 3 jam dalam satu hari maka harus diganti dengan hari lain. Sehingga totalnya dalam satu minggu dia menjadi tetap 48 jam,” ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved