Garam Kusamba Beryodium Masih Tahap Uji Coba

Ia berharap rencana Pemkab Klungkung mengolah garam tradisional Kusamba menjadi garam beryodium dapat segera terealisasi

Garam Kusamba Beryodium Masih Tahap Uji Coba
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Sekretaris Koperasi LEPP Mina Segara Dana Kusamba, Wayan Suartika ketika menunjukkan hasil kemasan garam Kusamba beryodium di kantornya, Kamis (17/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Kade Candra (45), warga di pesisir Desa Kusamba menjalankan rutinitasnya membuat garam tradisonal.

Tubuh yang renta membuatnya tidak bisa berlama-lama memikul wadah yang penuh dengan air laut untuk disiram di ladang penggaraman.

Ketika ditanya terkait rencana Pemkab Klungkung untuk membuat garam beryodium, ia mengaku tidak tahu kelanjutannya.

Ia hanya mengatakan, setahun lalu sempat pemerintah membeli garam di tempatnya dengan jumlah banyak dan akan diolah menjadi garam beryodium.

Namun hingga saat ini, belum ada informasi yang dia terima terkait kelanjutan rencana itu.

"Dulu garam kami sempat dibeli, tapi sekali saja. Setelah itu tidak ada kabar kelanjutannya lagi," ujar Candra, Kamis (17/1/2019).

Ia berharap rencana Pemkab Klungkung mengolah garam tradisional Kusamba menjadi garam beryodium dapat segera terealisasi.

Sehingga garam yang diproduksi warga lokal Kusamba dapat dipasarkan secara luas.

Upaya mengolah garam tradisional lokal menjadi garam beryodium terkesan lamban.

Rencana ini sudah digagas sejak tahun 2017.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved