Ketahuan Keluarkan Berkas Kematian Fiktif, 2 Kaling di Jembrana Dijebloskan ke Penjara

Adalah I Dewa Ketut Artawan (52) warga Banjar Sarikuning Tulungagung, Desa Tukadaya, Melaya dan I Gede Astawa (48) warga Banjar Munduk Ranti

Ketahuan Keluarkan Berkas Kematian Fiktif, 2 Kaling di Jembrana Dijebloskan ke Penjara
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Tersangka dikeler menuju halaman depan Mapolres Jembrana, Jumat (18/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dua orang kepala lingkungan di Jembrana, diringkus polisi.

Adalah I Dewa Ketut Artawan (52) warga Banjar Sarikuning Tulungagung, Desa Tukadaya, Melaya dan I Gede Astawa (48) warga Banjar Munduk Ranti Desa Tukadaya, Melaya Jembrana.

Keduanya merupakan kepala lingkungan di wilayahnya, yang ditangkap karena melakukan korupsi dana santunan kematian.

Wakapolres Jembrana, Kompol I Komang Budiarta menyatakan, kedua kepala lingkungan di atas melakukan korupsi dana santunan kematian.

Dan santunan kematian ini, digunakan untuk mengeruk uang negara, yang dicairkan oleh Dinas Kesejahteraan Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jembrana.

Keduanya ditangkap, setelah ketahuan mengeluarkan berkas kematian secara fiktif.

"Berkas kematian itu dibuat fiktif dan diajukan ke Dinas Sosial. Satu berkas bernilai Rp 1,5 juta," ucap Budi, Jumat (18/1/2019) dalam press rilis di Mako Polres Jembrana.

Budi menyebut, untuk tersangka Dewa, perbuatannya merugikan negara hingga Rp 210 juta. Sedangkan untuk Gede, merugikan negara hingga Rp 88,5 juta.

Keduanya ditangkap, setelah hal ini terbongkar melalui pegawai atau orang dalam Dinsos Jembrana ditangkap. Orang di dalam itu bertindak sebagai verifikator.

"Orang yang verifikator ini bernama Indah dan sudah divonis di Pengadilan," jelasnya.

Keduanya disangkakan, pasal 2 ayat 1 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi dan pasal 3 UU Pidana Korupsi junco pasal 55 ayat 1 dan 64 ayat 1 KUHP. Ancaman hukuman paling singkat 4 tahun penjara. (*).

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved