Pilpres 2019

Komentar Jusuf Kalla ke KPU Soal Debat Pilpres 2019: Jangan Terlalu Banyak Bocoran Soal

JK mengatakan, seharusnya dalam debat tidak perlu diberikan bocoran pertanyaan atau kisi-kisi sehingga pada saat debat berlangsung,

Komentar Jusuf Kalla ke KPU Soal Debat Pilpres 2019: Jangan Terlalu Banyak Bocoran Soal
(KOMPAS.com/ MOH NADLIR)
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla Ketika Memberikan Keterangan Pers di Rumah Dinas Wakil Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (23/5/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak terlalu banyak memberikan bocoran soal debat-debat selanjutnya kepada tim sukses masing-masing pasangan capres-cawapres.

"Jangan terlalu banyak bocoran soal. Bolehlah arahnya apa, tapi jangan terlalu (banyak bocoran) supaya lebih memberikan impact leadership," kata Wapres JK usai menyaksikan nonton bareng debat capres-cawapres di kediaman dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (17/1) malam, dikutip dari Antara.

Baca: Ketika Prabowo Menyinggung Soal Jawa Tengah Lebih Luas dari Malaysia, Begini Faktanya

JK mengatakan, seharusnya dalam debat tidak perlu diberikan bocoran pertanyaan atau kisi-kisi sehingga pada saat debat berlangsung, kemampuan capres dan cawapres dalam menjawab atau menanggapi pertanyaan secara spontan dapat terlihat.

Selain itu, untuk menunjukkan kemampuan memimpin dari masing-masing pasangan calon, Wapres mengatakan para peserta debat pilpres harus lebih banyak berdiskusi.

"Ya sebaiknya jangan terlalu banyak (bocoran soal), pemimpin itu harus mengambil sikap pada waktu debat. Kadang-kadang tidak perlu persiapan. Diskusi ini harus mencerminkan itu. Kalau terjadi begini harus bagaimana," jelasnya.

Baca: Debat Pilpres 2019 Jokowi Singgung Operasi Plastik, Prabowo Ungkap Penahanan Kepala Desa

Sejak awal, Wapres JK dengan tegas menolak kebijakan KPU yang memberitahukan bocoran soal debat kepada masing-masing tim sukses pasangan capres-cawapres.

Menurut JK, debat pilpres tampak seperti bimbingan belajar bagi siswa yang akan mengikuti ujian sehingga harus diberikan kisi-kisi soal.

Padahal, seharusnya debat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menilai kompetensi para capres-cawapres untuk dapat dipilih pada Pilpres 2019.

Baca: Momen Jogetan Prabowo pada Debat Pertama Pilpres 2019 Hingga Dipijit Sandiaga Uno

"Ya soal yang dikasih 20, yang akan dipilih lima, jadi kayak bimbingan belajarlah gitu," ujarnya.

Debat perdana capres-cawapres, sebagai bagian dari kampanye Pilpres 2019, dimulai pukul 20.00 WIB, dengan mengusung tema hukum, hak asasi manusia, korupsi dan terorisme.

Masih terdapat empat kali debat sebagai rangkaian kampanye, yakni satu kali debat pasangan calon, dua kali debat calon presiden dan satu kali debat calon wakil presiden.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "JK: Debat Selanjutnya Tak Perlu Banyak Bocoran Soal, Jangan seperti Bimbel"

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved