BPJS Kesehatan Denpasar

Penantian Panjang Jantung Tini

Sekarang Tini dapat bernapas lega lantaran penantian panjang tindak lanjut dari penyakit jantungnya terjawab sudah

Penantian Panjang Jantung Tini
BPJS Kesehatan Denpasar
Ni Wayan Luh Sumartini, peserta BPJS Kesehatan. Tini mengatakan seluruh biaya pemasangan ring jantung ditanggung oleh BPJS Kesehatan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bagai tertimpa tangga, Tini sangat sedih saat divonis menderita penyakit jantung koroner.

Namun sekarang Tini dapat bernapas lega lantaran penantian panjang tindak lanjut dari penyakit jantungnya terjawab sudah.

Tini telah melakukan pemasangan ring jantung tanpa mengeluarkan biaya tambahan sepeser pun.

“Setelah adanya Program JKN-KIS ini, semua jadi lebih mudah dan saya tidak perlu bingung lagi memikirkan biaya berobat yang harganya sangat mahal di tengah banyaknya kebutuhan hidup saat ini, sungguh program ini sangat membantu meringankan beban saya, jika tidak ada Program JKN-KIS ini mungkin saya masih menahan sakit sampai sekarang,” kenang Tini.

Tini yang memiliki nama lengkap Ni Wayan Luh Sumartini ini sehari-hari berprofesi sebagai staf administrasi RSU Bhakti Rahayu Denpasar.

Wanita paruh baya berumur 49 Tahun ini sudah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak awal berdirinya BPJS Kesehatan, dan juga adalah peserta JKN-KIS wilayah Denpasar segmen PPU kelas 2.

“Saya melaksanakan operasi pemasangan ring jantung di RS Siloam Bali, di sana pelayanannya sangat bagus, tidak ada diskriminasi antara peserta JKN-KIS dengan peserta umum dan pegawainya sangat ramah,” tutur Tini.

Pemasangan ring jantung sebagai stent jantung adalah sebuah prosedur yang dilakukan untuk melebarkan pembuluh darah koroner yang menyempit atau tersumbat di bagian jantung.

Pembuluh darah yang tersumbat ini akibat dari penumpukan plak kolesterol ataupun zat lain yang menempel di dinding pembuluh.

Oleh sebab itu, pemasangan ring jantung bertujuan untuk membuka pembuluh darah koroner di jantung, sehingga bisa kembali menerima suplai darah yang cukup dan memperkecil kemungkinan seseorang mengalami serangan jantung.

“Program JKN-KIS telah menjawab doa-doa saya selama ini untuk memperoleh pengobatan sesuai dengan kebutuhan saya yang hanya seorang pegawai biasa,” cetus Tini.

Tanpa memandang siapa dan apa profesinya, Program JKN-KIS selalu ada untuk masyarakat Indonesia yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Sesuai dengan slogannya “Dengan Gotong Royong Semua Tertolong”, hal ini berarti masyarakat yang sehat membantu masyarakat lainnya yang sedang sakit, alangkah indahnya menolong sesama.

"Saya sangat berterima kasih pada Pemerintah yang sudah mengadakan Program JKN-KIS ini, semoga kesadaran masyarakat Indonesia yang sehat untuk membayar iuran semakin meningkat karena iuran kalian sangat bermanfaat bagi kami,” tutup Tini. (*)

Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved