Belum Terima Gaji dan Tunjangan Sejak di-PHK, Eks Karyawan Hardys Siapkan Gugatan

Mantan karyawan Retail Hardy's bersiap melakukan gugatan ke pengadilan hubungan industrial.

Belum Terima Gaji dan Tunjangan Sejak di-PHK, Eks Karyawan Hardys Siapkan Gugatan
Tribun Bali/Made Ardhiangga
Mantan Karyawan Hardys mendatangi sekretariat SPSI di Desa Pendem, Jumat (18/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Mantan karyawan Retail Hardy's bersiap melakukan gugatan ke pengadilan hubungan industrial.

Mantan karyawan Hardy's ini melakukan gugatan atas pemutusan hubungan kerja (PHK) tahun 2018 lalu.

Pemutusan hubungan kerja itu, tidak dibarengi dengan pemenuhan hak berupa gaji dan tunjangan oleh perusahaan.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jembrana, Sukirman mengatakan, bahwa proses peradilan menjadi jalan untuk mencari keadilan mengenai ha-hak karyawan yang belum dibayarkan.

Baca: Setahun Belum Dibayarkan Ratusan Karyawan Eks Hardys Tuntut Pesangon, Begini Jawaban Perusahaan

Meskipun proses mediasi sudah dijalankan, namun tidak menjawab tuntutan atas hak mereka. Dengan ini mantan pegawai Hardys bersikap mengajukan gugatan.

"Gugatan menjadi jalan, supaya hak karyawan atau pegawai ini diepnuhi," ucapnya, Jumat (18/1/2019).

Karena itu, sambung Sukirman, karyawan Hardys pun mendatangi kantornya di kawasan Desa Pendem untuk menyatakan sikap ini.

Baca: Curhat Eks Karyawan Ritel Hardys Bali, Purwa: PHK Saat Istri Hamil Tua, Berat!

Setidaknya, 63 karyawan Hardys yang mengadukan masalah tersebut. Beberapa mewakili suara dari 63 mantan karyawan itu.

"Tentunya, yang kami lakukan adalah membantu secara moral dan bantuan hukum," tegasnya.

Sukirman menjelaskan, SPSI juga melihat bahwa apa yang terjadi pada karyawan dari Hardys itu sama dengan nasib pegawai Perusda Jembrana.

Karena itu, SPSI akan memberikan dukungan ke pegawai tetap Perusda Jembrana yang diberhentikan.

Secara hukum, pegawai Perusda Jembrana sudah di-PHK. Jadi tidak ada istilah nonjob.

"Faktanya (pegawai perusda) memang pemberhentian. Alasannya, karena sudah tidak diberi pekerjaan dan upah," bebernya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved