Berikut Makna Larangan Ngaben karena Panca Wali Krama di Pura Besakih

Upacara Panca Wali Krama di Pura Besakih tahun 2019, diputuskan bahwa masyarakat tak diperkenankan melaksanakan uapacara pengabenan atau atiwa-tiwa

Berikut Makna Larangan Ngaben karena Panca Wali Krama di Pura Besakih
Tribun Bali/Saiful Rohim
Ribuan umat Hindu sembahyang pada Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, di Pura Agung Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, Rabu (23/3/2016). (ilustrasi) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Berdasarkan keputusan pesamuhan madya PHDI Provinsi Bali Nomor 01/PESAMUHAN-MADYA/PHDI-BALI/VIII/2018 tentang Upacara Panca Wali Krama di Pura Besakih tahun 2019, diputuskan bahwa masyarakat tak diperkenankan melaksanakan uapacara pengabenan atau atiwa-tiwa terhitung mulai esok, Minggu (20/1/2019).

Berdasarkan keputusan tersebut pengabenan tak boleh dilakukan hingga 4 April 2019.

Saat dikonfirmasi, Sabtu (19/1/2019), Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan pelarangan ngaben ini dimulai dari Purnama Kawulu yang jatuh Minggu (20/1/2019) hingga Tilem Kadasa, Kamis (4/4/2019).

"Jadinya setelah tanggal 4 April baru boleh ngaben," kata Sudiana.

Larangan ngaben ini diberlakukan berdasarkan sasih yakni sasih Kawulu, Kesanga, dan Kadasa.

"Larangan ngaben dari purnama ini pasti menggunakan dari sasih kawulu sampai kadasa dan diambil dari Purnama biar bersih," imbuhnya.

Nantinya, tanggal 1 Februari 2019 dilaksanakan prosesi nunas tirta panyengker.

Tirta panyengker ini dipercikkan pada taneman (kuburan) atau sawa (jenazah) yang masih ada di setra yang belum diaben.

"Secara kepercayaan kalau kena tirta penyengker selama karya, atma sang sane kapendem (orang yang dikubur) di setra belum bisa keluar dari setra. Kalau kepercayaan kita di Bali kalau orang yang meninggal dipercaya atmanya ngayah secara niskala. Kalau belum diaben belum bisa ngayah ke karya (upacara) besar seperti ke Besakih maupun karya besar di tempat suci lainnya," katanya.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved