Hunus Parang ke Leher Penagih Utang, Rumiada Tunggak Bayar Bank Senilai Rp 200 Juta

Ia berutang namun enggan membayar. Saat ditagih, ia justru menghunus parang

Hunus Parang ke Leher Penagih Utang, Rumiada Tunggak Bayar Bank Senilai Rp 200 Juta
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
HUNUS PARANG - Polisi menunjukkan pelaku Rumiada beserta barang bukti pedang sepanjang 60 sentimeter, Jumat (18/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Nengah Rumiada (43), kini harus berurusan dengan hukum.

Pria asal Karangasem ini ditangkap setelah menghunus parang.

Ia berutang namun enggan membayar.

Saat ditagih, ia justru menghunus parang.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma mengatakan, pengancaman dengan senjata tajam ini terjadi pada Rabu (16/1/2019), pukul 18.00 Wita.

Saat itu korban, Gede Budiartama (26) mendatangi rumah pelaku di Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng untuk menangih utang.

Baca: Pembuatan Patung Bung Karno Baru 30 Persen, Dinas Perkimta Beri Tenggang Waktu Hingga Februari

Baca: 4 Unit Helikopter Kelas Berat CH-47 Chinook Buatan Amerika Segera Perkuat TNI AD, Ini Performanya

"Pelaku disebut-sebut telah menunggak cicilan sebanyak tiga kali dengan nilai total Rp 200 juta, di sebuah bank swasta di Buleleng, tempat korban Budiartama bekerja," ujarnya, Jumat (18/1/2019).

Kedatangan korban ini mulanya disambut hangat oleh istri pelaku, Kamawati (42).

Namun rupanya tindakan sang istri membuat Rumiada naik darah.

Didorongnya sang istri hingga terjatuh tepat di depan penagih utang.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved