Kini Kaum Milenial juga Harus Melek Politik, Ini Alasannya

Pasalnya tahun ini akan berlangsung Pemilihan Umum secara serentak, mulai dari Pemilihan Presiden (Pilpres) hingga Pemilihan Legislator (Pileg).

Kini Kaum Milenial juga Harus Melek Politik, Ini Alasannya
Ilustras/pexels.com/Fox
Ilustrasi generasi milenial 

TRIBUN-BALI.COM - Tahun 2019 disebut-sebut sebagai tahun politik.

Pasalnya tahun ini akan berlangsung Pemilihan Umum secara serentak, mulai dari Pemilihan Presiden (Pilpres) hingga Pemilihan Legislator (Pileg).

Pemandangan politik yang hadir lima tahun sekali ini nampaknya mengalami pergeseran tren.

Kini, suara generasi milenial dinilai menjadi penentu keberhasilan seorang calon baik di tingkat daerah maupun nasional.

Pemilih dari kalangan umur 17 hingga 34 tahun ini diperkirakan memberi pengaruh besar, yakni sekitar 40-45 persen terhadap hasil Pemilu 2019.

 
Itulah sebabnya mengapa generasi milenial kini menjadi sasaran empuk dan target utama bagi politisi-politisi yang mencalonkan dirinya ke ranah politik, tak terkecuali kedua pasang calon Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi – Ma’ruf dan Prabowo – Sandi.

Keduanya berlomba-lomba menyusun strategi meraup suara milenial.

Meski disebut-sebut sebagai generasi penentu di tahun politik, pada kenyataannya tak sedikit kaum milenial yang cuek dan apatis terhadap perkembangan dunia politik.

Mengapa demikian?

Ini bisa ditelaah dari kebiasaan kaum milenial yang selalu up to date akan informasi dan teknologi.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved