Mulyadi Ajukan Pembelaan, Edarkan Seribu Pil Koplo, Dituntut 8 Tahun Penjara

Mulyadi alias Gendut (35) dituntut 8 tahun penjara lantaran dinilai terbukti bersalah mengedarkan obat terlarang jenis pil koplo

Mulyadi Ajukan Pembelaan, Edarkan Seribu Pil Koplo, Dituntut 8 Tahun Penjara
Tribun Bali/Putu Candra
KOPLO - Mulyadi usai menjalani sidang di PN Denpasar, baru-baru ini. Ia dituntut 8 tahun penjara oleh jaksa, karena dinilai terbukti mengedarkan 1.000 pil koplo. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mulyadi alias Gendut (35) tidak menyangka dirinya dituntut delapan tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, kemarin.

Di muka persidangan, pria yang bekerja sebagai buruh bangunan ini pun sesekali terlihat menggelengkan kepalanya.

Ia dituntut lantaran dinilai terbukti bersalah mengedarkan obat terlarang jenis pil koplo.

Jumlahnya pun banyak, yakni 1.000 butir pil koplo.

Terhadap surat tuntutan dari Jaksa Mia Fida, terdakwa yang didampingi tim penasihat hukumnya menyampaikan akan mengajukan pembelaan (pledoi) tertulis.

Untuk itu tim penasihat hukum meminta waktu sepekan kepada majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada untuk menyusun nota pembelaan.

"Terima kasih Yang Mulia. Kami mengajukan pledoi tertulis. Izin, mohon diberikan waktu seminggu," ucap Desi Purnani, selaku anggota tim penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar.

Jaksa Mia Fida saat membacakan surat tuntutan menyatakan, Mulyadi telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan segaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar.

Perbuatannya itu diatur dan diancam dalam Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU RI No.36/2009 tentang kesehatan, sesuai yang dalam dakwaan pertama jaksa.

"Menuntut, supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Mulyadi dengan pidana penjara selama 8 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," tegas Jaksa Mia Fida

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved