Waspada DBD Mengintai, Penderita di Denpasar Sudah Capai 30 Orang

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar, sedikitnya sudah ada 30 warga Denpasar yang terserang penyakit DBD

Waspada DBD Mengintai, Penderita di Denpasar Sudah Capai 30 Orang
AFP/LUIS ROBAYO
(Ilustrasi DBD. Foto tidak terkait berita) Memasuki musim penghujan, sejumlah warga di Denpasar mulai terserang penyakit Demam Berdarah Dengue DBD. 

"Masih belum, jumlah kasusnya ini masih dalam tahap wajar. Tapi harus tetap diwaspadai," kata dia saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, banyak faktor yang melatarbelakangi terjangkitnya virus dengue ini.

Faktor paling utama yakni lingkungan, terlebih di musim penghujan ini dimana ada air hujan yang tergenang lebih dari 1 mg yang berpotensi tinggi menjadi perindukan nyamuk.

"Semua wilayah di Denpasar berpotensi endemik terjangkit DBD. Selama di wilayah itu kotor, banyak sampah yang bisa menampung air-air tergenang, maka manusia disekitarnya berpotensi terserang penyakit DBD," imbuhnya.

Baca: Mulyadi Ajukan Pembelaan, Edarkan Seribu Pil Koplo, Dituntut 8 Tahun Penjara

Baca: Berikut Rangkaian Upacara Panca Wali Krama di Pura Besakih, Dimulai 22 Januari Ini

Baca: Bangunan SDN 6 Ubung Kaja Terancam Longsor, Sudah 4 Tahun Tak Ada Realisasi Dari Pemerintah

Seperti diketahui, penyakit DBD menjadi masalah nasional karena jumlah penderita dan kematian yang diakibatkan cukup tinggi.

Penyakit DBD merupakan penyakit yang bersifat endemis, dimana dalam 3 tahun terakhir kasus DBD selalu saja ada kecenderungan terjadi kejadian luar biasa (KLB).

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi penyakit DBD, mulai melakukan fogging atau pengasapan hingga sosialisasi dan penyuluhan ke rumah-rumah warga melalui Gerakan Mandiri Pemantau Jentik (Gema Petik). 

Rajin Menguras

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr Luh Putu Sri Armini mengatakan, bila ada penampungan air yang sulit dikuras hendaknya diberi bubuk abate yang bisa didapat gratis di puskesmas terdekat.

"Rajin-rajin menguras tempat penampungan air. Segera ke puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan terdekat bila mengetahui gejala DBD seperti panas tinggi, sakit kepala dan mual-mual," imbaunya.

"Warga diimbau agar selalu menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit ini. Dengan hidup bersih, perkembangbiakan nyamuk ini bisa ditekan. Selain itu, warga juga berharap pemerintah agar melakukan fogging di desa mereka untuk memberantas peredaran nyamuk," imbaunya. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved