Dikeluarkan Pergub tentang Produk Pertanian, Koster Target Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Gubernur Koster gelar pertemuan dengan Direksi Perusahaan PT Great Giant Pineapple (GGP) di Ruang Tamu Gubernur Bali

Dikeluarkan Pergub tentang Produk Pertanian, Koster Target Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Humas Pemprov Bali
Gubernur Koster gelar pertemuan dengan Direksi Perusahaan PT Great Giant Pineapple (GGP) di Ruang Tamu Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Bali, Jumat lalu (18/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Koster gelar pertemuan dengan Direksi Perusahaan PT Great Giant Pineapple (GGP) di Ruang Tamu Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, Bali, Jumat lalu (18/1/2019).

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra dan perwakilan Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Provinsi Bali.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster targetkan kesejahteraan petani lokal di Bali bisa terus meningkat dengan adanya Pergub No. 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

"Pertanian ini harus digarap dari hulu ke hilir dan harus menyesuaikan dengan potensi alamnya," ucap Gubernur Koster.

Dia juga menambahkan untuk menompang pariwisata hasil produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali juga diharapkan memenuhi standar internasional.

Sementara, Direktur Utama Perusda Bali Suryawan Dwimulyanto mengatakan PT GPP selaku pelaku industri pertanian hortikultura sudah berhasil tingkatkan kesejahteraan petani Lampung.

“PT GGP sudah berhasil meningkatkan kesejahteraan petani di Lampung, ini yang kita harapkan bisa diduplikasi di Bali,” kata Direktur Utama Perusda Bali Suryawan Dwimulyanto.

Baca: Petani Tomat di Kintamani Semringah, Harga dan Hasil Panen Bagus Meski Cuaca Buruk

Baca: Tak Sekadar Pergub, Produk Pertanian Juga Butuh Sertifikasi untuk Masuk Pasar Modern dan Mancanegara

Untuk itu, PT GPP membuat Perusda Bali mencoba untuk memenuhi harapan Gubernur Koster dengan bekerjasama membangkitkan sektor pertanian di Bali khususnya di Bali Utara yang tingkat kemakmuran masih tertinggal dari Bali Selatan.

Sementara Direktur PT GGP Welly Sugiono mengatakan, dengan pola pertanian secara terintegritas tidak ada proyek hortikultura yang terbuang dan ujungnya bisa meningkatkan penghasilan petani hingga dua kali lipat UMR.

"Setiap tahun kami ekspor 17 ribu kontainer nanas, ini masih jauh dari pasar yang ada," ujarnya.

Dengan tim yang dimilikinya, Welly Sugiono telah menghasilkan produk pertanian hortikultura yang mendapat 21 sertifikasi dan berstandar internasional. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved