Lima Warga Dirawat karena DB, Dinkes Lakukan Upaya Pencegahan, Imbau Masyarakat Waspada

Dinkes melakukan fogging di seputaran Jalan Hassanudin, Semarapura warga setempat harus dirawat di RSUD Klungking karena terjangkit demam berdarah

Lima Warga Dirawat karena DB, Dinkes Lakukan Upaya Pencegahan, Imbau Masyarakat Waspada
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Petugas Dinas Kesehatan, dibantu personel TNI tampak mulai melakukam fogging di seputaran Jalan Hassanudin, Semarapura, Sabtu (19/1/2019). Hal ini dikarenakan ada warga setempat, harus dirawat di RSUD Klungking karena terjangkit demam berdarah. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Beberapa petugas Dinas Kesehatan, dibantu personel TNI tampak mulai melakukan fogging di seputaran Jalan Hassanudin, Semarapura, Sabtu (19/1/2019).

Hal ini dikarenakan ada warga setempat harus dirawat di RSUD Klungking karena terjangkit demam berdarah (DB).

"Mulai ada tren kasus untuk wabah demam berdarah, saat ini kami sudah mulai melakukan upaya pencegahan. Sementara masyarakat kami mengimbau waspada dan tetap menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing," ujar Plt Sekretaris Dinkes Klungkung, drg Jaya Putra, Minggu (20/1/2019).

Berdasarkan data yang diterimanya, ada dua pasien DB yang saat ini dirawat di RSUD Klungkung yakni Ni Komang Ismarini (36), seorang ibu rumah tangga asal Gang Anggrek, Jalan Hasanudin, Semarapura, dan Wayan Dira (63) warga dari Banjar Ambengan, Desa Tangkas Klungkung.

Keduanya dirawat di Sal Kedongdong, RSUD Klungkung.

"Kami terima laporan dua pasien DB itu pada hari Jumat (18/1/2019). Ada laporan masuk, kita langsung lakukan penyelidikan epidemologi dan lakukan fogging," ujar Jaya Putra.

Memasuki musim penghujan, pihaknya juga telah menerima surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, berisi imbauan agar tetap siaga menghadapi kasus DBD.

"Melalui surat edaran itu, setiap daerah diimbau untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN).PSN dapat dilakukan melalui kegiatan menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas, plus mencegah gigitan nyamuk dengan cara mengimplementasikan gerakan 1 rumah 1 juru pemantau jentik (Jumantik). Termasuk menyediakan bahan insektisida dan larvasida untuk pemberantasan nyamuk dan jentik," terang Jaya Putra.

Sementara, berdasarkan data RSUD Klungkung hingga Minggu (20/1/2019), setidaknya terdapat 5 warga yang dirawat inap di RSUD Klungkung karena terjangkit wabah DB.

"Hari Sabtu kemarin (19/1/2019), ada balita yang masuk RSUD Klungkung dengan suspect demam berdarah, pasien itu bernama Komang Pradnya Satya Kerti (3) asal Penasan, Banjarangkan. Kakaknya, Kadek Kaisra Dwi Pradnya(5) sebelumnya juga dirawat di RSUD Klungkung karena DB," ungkap dr Kesuma. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved