Tangis Bayi Malam-malam Bikin Geger Warga Celukan Bawang, Kesaksian Edi: Kulit Sudah Membiru

Kulit Membiru dan Masih Terlilit Ari-ari, Bayi Perempuan Itu Ditemukan Dalam kersek Hitam.Suara bayi di area kebun membuat Edi Selamat (27) kaget.

Tangis Bayi Malam-malam Bikin Geger Warga Celukan Bawang, Kesaksian Edi: Kulit Sudah Membiru
dokumentasi humas polres buleleng
Petugas sedang memangku bayi perempuan yang ditemukan Sabtu (19/1/2019) malam.Suara bayi di area kebun membuat Edi Selamat (27) kaget. Pria asal Banjar Dinas Celukan Bawang yang mulanya mencari kucingnya yang hilang, justru mendapati bayi mungil. 

Edi Dibuat Kaget, Suara Tangis Bayi Malam-malam Bikin Geger Warga Celukan Bawang, Begini Kondisinya

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Suara bayi di area kebun membuat Edi Selamat (27) kaget.

Pria asal Banjar Dinas Celukan Bawang yang mulanya mencari kucingnya yang hilang, justru mendapati bayi mungil.

Penemuan bayi perempuan itu pun langsung membuat geger warga di Jalan Intan RT 03, Banjar Dinas Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Bayi malang itu ditemukan sekitar 19.45 WITA, Sabtu (19/1/2019), dalam kondisi kedinginan, terbungkus kresek berwarna hitam di areal kebun seorang warga.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya saat dikonfirmasi Minggu (20/1/2019) pagi menyebut, bayi itu pertama kali ditemukan Edi Selamat (27).

Pria asal Banjar Dinas Celukan Bawang ini mulanya hendak mencari kucingnya yang hilang.

Saat kakinya melangkah menuju ke kebun milik Saripudin, ia tiba-tiba mendengar adanya tangis suara bayi.

Penasaran, saksi Selamat pun mencoba mencari sumber suara tangis bayi itu.

Dan betapa terkejutnya ia ketika menemukan adanya sosok bayi perempuan, terbungkus kresek berwarna hitam. Bahkan ari-arinya masih melekat di badan sang bayi.

Atas temuan ini, saksi Selamat pun bergegas memanggil tetangganya, Marsyah (39) untuk bersama-sama mengevakuasi bayi malang tersebut ke bidan desa Celukan Bawang.

"Dari hasil pemeriksaan bidan desa, bayi dalam keadaan kedinginan. Warna kulitnya agak membiru. Ari-ari masih melekat di badan," ujar Iptu Sumarjaya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved