Vandalisme Masih Terjadi di Denpasar, Kasatpol PP: Kami Kesulitan Melacak Pelakunya

Masih saja ada tangan usil yang tidak memanfaatkan ruang yang telah disediakan dan lebih iseng mencoret fasilitas umum

Vandalisme Masih Terjadi di Denpasar, Kasatpol PP: Kami Kesulitan Melacak Pelakunya
Tribun Bali/I Putu Supartika
Tempat sampah underground di sisi barat Lapangan Puputan Badung tak luput dari aksi vandalisme oknum tak bertanggungjawab. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Saat ini Denpasar tengah menggalakkan pembuatan mural.

Di berbagai lokasi telah dihiasi dengan mural, sebut saja di Tukad Badung, dan beberapa sudut di wilayah Sesetan.

Pembuatan mural ini dilakukan untuk memperindah tampilan kota.

Selain itu, kegiatan ini juga bisa untuk menyalurkan kreativitas para seniman lewat media tembok.

Akan tetapi, masih saja ada tangan usil yang tidak memanfaatkan ruang yang telah disediakan untuk berkreativitas.

Mereka iseng mencoret fasilitas umum atau yang biasa disebut vandalisme.

Seperti halnya yang terjadi pada tempat sampah bawah tanah (underground) di sisi barat Lapangan Puputan Badung.

Baca: Gubernur Koster akan Keluarkan Pergub Penggunaan Energi Bersih Terbarukan di Provinsi Bali

Baca: Edy Rahmayadi Akui Poin-poin Ini Gagal Dijalankan Selama Jabat Ketua Umum PSSI

Baca: Dua Hal Ini Alasan Edy Rahmayadi Mundur dari Kursi Ketua Umum PSSI

Dari pantauan Tribun Bali, Minggu (20/1/2019) siang, walaupun tempatnya tak jauh dari Kantor Wali Kota, namun fasilitas ini tak luput dari aksi vandalisme.

Dua tempat sampah underground yang berwarna kuning dan hijau, yang belum genap setahun ini dicoret dengan cat semprot warna merah.

Tempat sampah underground di sisi barat Lapangan Puputan Badung tak luput dari aksi vandalisme oknum tak bertanggungjawab.
Tempat sampah underground di sisi barat Lapangan Puputan Badung tak luput dari aksi vandalisme oknum tak bertanggungjawab. (Tribun Bali/I Putu Supartika)

Terkait hal itu, Kasat Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan pihaknya akan melakukan penertiban jika pelaku tertangkap tangan.

"Kalau mereka membuat untuk keindahan seperti buat mural, kami dukung. Tapi kalau corat-coret ngawag (iseng) pasti akan kami tertibkan kalau tertangkap tangan," kata Sayoga.

Baca: Ramalan Zodiak 20 Januari 2019: Libra Super Romantis, Hari Penuh Kebahagiaan Bagi Aquarius

Baca: Antida Music Productions Rayakan Musik dengan Menggelar Acara Music Celebration

Baca: Dog Owners Taman Nuansa Tjampuhan Gotong Royong Bersihkan Kotoran Anjing dan Sampah Plastik

Menurutnya, corat-coret iseng tersebut termasuk mengganggu kebersihan dan telah diatur dalam Perda.

Akan tetapi, ia menambahkan agak kesulitan melacak pelaku.

"Kami akan koordinasikan dengan pihak terkait. Kan sering kejadian papan nama instansi ada yang dicorat-coret. Masalahnya kadang-kadang kami sulit melacak pelakunya," katanya.

Ia menambahkan, jika pelakunya tertangkap pihaknya akan mengambil tindakan dengan melakukan sidang tindak pidana ringan atau tipiring.

"Penanganannya terhadap pelaku yang tertangkap akan kami tipiring kan. Itu kan melanggar Perda. Kalau dibuat bagus kita dukung, kalau corat-coret iseng kami tindak, cuma tidak ketemu orangnya," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved