Api Obor "Peace Run" Dimulai di Desa Sudaji dan Akan Bergerak Kelilingi 150 Negara

Kunjungan panitia "Sri Chinmoy Peace Run" dipimpin oleh Salil Wilson Direktur Sri Chinmoy Peace Run yang diterima oleh Wakil Gubernur Cok Ace

Api Obor
Humas Pemprov Bali
Kunjungan panitia Sri Chinmoy Peace Run dipimpin oleh Salil Wilson Direktur Sri Chinmoy Peace Run yang diterima oleh Wakil Gubernur Cok Ace di ruang kerjanya, Kantor Gubernur, Bali, Senin lalu (21/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kunjungan panitia "Sri Chinmoy Peace Run" dipimpin oleh Salil Wilson Direktur Sri Chinmoy Peace Run yang diterima oleh Wakil Gubernur Cok Ace di ruang kerjanya, Kantor Gubernur, Bali, Senin lalu (21/1/2019).

"Sri Chinmoy Peace Run" adalah ajang untuk untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian di seluruh dunia.

Dalam kunjungan tersebut dibahas tentang "Sri Chinmoy Peace Run" yang akan kembali mengambil start di Bali tepatnya di desa Sudaji, Buleleng, Bali.

Ajang ini mendapat apresiasi positif dari Wakil Gubernur Cok Ace karena semakin banyak kegiatan internasional yang memilih Bali sebagai tuan rumah maka semakin mengangkat nama Bali di kancah Internasional.

Wakil Gubernur Cok Ace juga mengaku sangat mengagumi sosok Sri Chinmoy seorang master spiritual dari India.

"Usaha beliau dalam menebarkan perdamaian dan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian di dunia telah menginspirasi kami," ujarnya.

Baca: Pesan Perdamaian dari Masjid Baiturrahmah untuk Keutuhan NKRI

Baca: Pawai Obor Asian Para Games Melewati Denpasar, Koster: Kehormatan dan Sejarah untuk Bali

Dia berharap dalam acara "Peace Run" tersebut bisa disisipkan filosofi kemanusiaan dan perdamaian yang telah dianut oleh masyarakat Bali.

"Kita mengenal beberapa filosofi luhur yang mengedepankan perdamaian dan cinta kasih antarsesama, seperti Tri Hita Karana, dll.

Saya harap nilai seperti itu bisa dimasukkan," ucapnya.

Direktur "Peace Run" Salil Wilson mengatakan dengan mengambil start di Desa Sudaji, Buleleng, Bali api obor "Peace Run" akan diarak keliling dunia dan anak-anak akan diberi kesempatan untuk menampilkan atraksi dan kebudayaan setempat.

“Anak-anak dari seluruh dunia bisa berpartisipasi mengikuti ajang ini sembari menitipkan harapan dan mimpi mereka yang dibakar di obor, untuk kembali diarak ke tujuan yang lain di negara yang lain. Hal itu menandakan bahwa harapan mereka akan perdamaian dunia tersampaikan kepada teman-teman mereka dari negara yang berbeda. Sehingga itu juga menjadi ajang kreasi bagi anak-anak,” ucapnya.

Sementara, acara "Peace Run" akan dimulai tanggal 25 Januari mendatang di Desa Buaji dan api obor tersebut akan diarak mengelilingi sekitar 150 negara.

"Orang-orang terkenal dunia juga telah berpartisipasi mengangkat api obor "Peace Run", seperti Madame Theresa, paus Fraxiskus serta beberapa presiden dunia,” Kata Salil Wilson.

Untuk tahun ini, acara pembukaan "Peace Run" akan dihadiri oleh Haryono Suyono Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat di era Kabinet Reformasi Pembangunan pada waktu Presiden BJ Habibie menjabat dan petinggi Keraton Solo turut memeriahkan acara tersebut.

“Seperti mengutip pernyataan Sri Chinmoy bahwa di Bali kita tidak perlu melakukan meditasi karena alamlah yang akan bermeditasi untuk kita,” ujarnya lagi. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved