Ariel Terkejut Terpidana Seumur Hidup Susrama Dapat Grasi, Hukuman Jadi 20 Tahun Penjara

Susrama merupakan otak pembunuhan berencana terhadap wartawan Jawa Pos Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, pada Februari 2009.

Ariel Terkejut Terpidana Seumur Hidup Susrama Dapat Grasi, Hukuman Jadi 20 Tahun Penjara
dok.antara/Nyoman Budhiana
I Nyoman Susrama 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tidak hanya ingin membebaskan gembong teroris Abu Bakar Ba’asyir, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga memberikan grasi terhadap 115 orang narapidana (napi).

Dari ratusan napi yang memperoleh grasi itu, satu di antaranya adalah terpidana seumur hidup, I Nyoman Susrama.

Susrama merupakan otak pembunuhan berencana terhadap wartawan Jawa Pos Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, pada Februari 2009.

Baca: AJI Denpasar Sesalkan Pemberian Grasi Terhadap Otak Pembunuh Prabangsa

Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas II B Bangli, Made Suwendra, membenarkan adanya grasi dari Presiden Jokowi untuk terpidana Susrama.

"Iya benar," jawabnya saat dikonfirmasi Tribun Bali, Senin (21/1).

Menurut Suwendra, grasi yang diberikan kepada Susrama adalah perubahan hukuman dari pidana seumur hidup menjadi 20 tahun penjara.

"Grasi yang didapat adalah perubahan hukuman. Dari hukuman seumur hidup menjadi hukuman sementara. Hukuman sementara itu menjadi 20 tahun dari pidana penjara seumur hidup," jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, tim hukum yang ikut mengawal kasus ini yakni I Made “Ariel” Suardana terkejut mendengar informasi ini.

Sepengetahuan dirinya, Susrama dihukum seumur hidup melanggar 340 KUHP.

Bila sekarang Susrama mendapatkan keringanan hukuman dan perubahan jenis pidana dari hukuman seumur hidup menjadi pidana biasa, maka ia bisa mendapatkan remisi atau pembebasan bersyarat nantinya.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved