Cuma ingin Menakut-nakuti, Bocah 13 Tahun di Gianyar Kena Sabetan Pisau Kertha Yasa

Berniat menakut-nakuti bocah yang mengejeknya menggunakan pisau, Kadek Kertha Yasa alias Joglas (42), asal Banjar Sema, Desa Melinggih

Cuma ingin Menakut-nakuti, Bocah 13 Tahun di Gianyar Kena Sabetan Pisau Kertha Yasa
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Diperiksa - Kadek Kertha Yasa alias Joglas (42), saat dimintai keterangan di ruang penyidik Polsek Payangan, Senin (21/1/2019).   

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Berniat menakut-nakuti bocah yang mengejeknya menggunakan pisau, Kadek Kertha Yasa alias Joglas (42), asal Banjar Sema, Desa Melinggih, Payangan berakhir di kepolisian.

Sebab ayunan pisau belatinya telah melukai perut seorang korban, I Ketut Dana Asmara (13).

Kapolsek Payangan, AKP Gede Sudwiatmaja, Senin (21/1) mengatakan, kejadian ini bermula saat pelaku datang dari kegiatan adat.

Saat mengendarai sepeda motor, tepatnya di depan warung, anak-anak setempat meneriakinya dengan kata ‘ait’.

Baca: Kronologi Made Sudirgayusa Paksa Setubuhi Pacarnya di Rumah, Polisi Ungkap Korban Melawan & Luka

Lantaran terpengaruh alkohol, ia pun menghentikan laju kendaraan dan mendekati anak-anak di bawah umur tersebut.

“Pelaku mengeluarkan pisau kecil. Pengakuan pelaku, awalnya untuk menakut-nakuti. Tapi pisaunya mengenai perut korban, karena pisau itu diarahkan ke perut korban. Korban sudah kami mintai hasil visum, ada tiga jahitan di perut. Saat ini, kiondisi korban sudah normal, dan sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Pria berperawakan kurus, dengan badan dipenuhi tato ini mengaku sama sekali tak memiliki niat jahat.

Hal tersebut dilakukan hanya untuk menakut-nakuti anak-anak yang merendahkannya.

“Saya tak ada niat melakukan kejahatan. Tapi saat nakut-nakutin pakai pisau, pisaunya ditepis sama korban, dan mental lalu melukainya,” akunya.

Baca: BREAKING NEWS! Ayah Setubuhi Anak Kandung Hingga Hamil Terjadi di Gianyar, Sebut Tak Dijatah Istri

Joglas membantah dirinya sengaja membawa pisau untuk melukai orang lain.

Menurut dia, pisau tersebut ada padanya tak terlepas dari pekerjaannya sebagai pembuat pisau, serta hobinya berburu binatang.

“Saya pembuat pisau, dan kebetulan suka berburu. Sebelum kejadian, saya sedang mebat sama teman-teman, habis berburu, jadi pisau ini saya bawa,” tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved