Pascagempa 2018, Kini Bangunan Sekolah Terdampak di Bangli Mulai Direnovasi

Di SMAN 1 Susut, Bangli, sedikitnya empat bangunan ruang kelas yang rusak, kini telah dibangun kembali

Pascagempa 2018, Kini Bangunan Sekolah Terdampak di Bangli Mulai Direnovasi
Istimewa
Kondisi bangunan ruang multimedia di SMKN 1 Susut, Senin (21/1/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Lima bulan pascamusibah gempa bumi yang berdampak pada sejumlah kerusakan bangunan, terutama pada satuan pendidikan, hingga kini telah mendapatkan bantuan.

Seperti di SMAN 1 Susut, Bangli, sedikitnya empat bangunan ruang kelas yang rusak, kini telah dibangun kembali dengan progres mencapai 70 persen.

Kepala Sekolah SMAN 1 Susut, Dewa Gede Anom, Senin (21/1/2019) menyebutkan, selain empat ruang kelas yang mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi pada Agustus 2018 lalu, terdapat pula dua bangunan lain yang mengalami kerusakan. 

Dua bangunan itu adalah ruang lab biologi dan ruang perpustakaan. Meski demikian, dua ruang tersebut kerusakannya tergolong ringan.

Dewa Anom menjelaskan, terkait perbaikan sejumlah kerusakan ini telah dilaporkan dan pada bulan November lalu.

Pihaknya telah mendapatkan kucuran anggaran dari pemerintah pusat melalui Direktorat Pembinaan SMA senilai Rp 250 juta.

“Anggaran itu masuk ke rekening pada tanggal 16 November, sedangkan proses rehab baru dimulai pada tanggal 19 November dengan masa pengerjaan selama 180 hari, diawali dengan pembongkaran puing yang rusak,” katanya.

Dengan persentase pengerjaan saat ini telah mencapai 70 persen, Dewa Anom mengatakan kemungkinan sejumlah ruang kelas itu sudah bisa digunakan pada bulan Maret.

Demikian pula seluruh siswa yang selama beberapa bulan terakhir di-merger akibat kekurangan ruangan, akan kembali belajar di ruang kelas semula.

“Nanti kalau sudah selesai, muridnya kembali ke kelas masing-masing,” jelasnya.

Selain di SMAN 1 Susut, kerusakan akibat gempa bumi bulan Agustus 2018 lalu juga menyebabkan kerusakan, utamanya bagian atap ruang multimedia di SMKN 1 Susut.

Kepala Sekolah SMKN 1 Susut Ni Made Ciri Rimbawati mengungkapkan bahwa pihaknya juga sudah mengusulkan proposal anggaran perbaikan ruang, dan rencananya perbaikan akan dimulai pada bulan Februari.

“Saat ini sedang proses administrasi dengan rekanan untuk pembangunannya. Rencana pembangunan dijadwalkan berlangsung pada bulan Februari. Untuk kegiatan produktif anak-anak jurusan Multimedia, sementara kami alihkan ke ruang kelas,” tuturnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved