Pascalongsor di Bukit Abang, Kini Warga Empat Desa sudah Bisa Kembali Melintas

Material tanah longsor di Bukit Abang, Bangli, yang sempat menyebabkan empat desa terisolir kini telah berkurang

Pascalongsor di Bukit Abang, Kini Warga Empat Desa sudah Bisa Kembali Melintas
Tribun Bali/Fredey Mercury
Bhabinsa Desa Buahan, Kintamani, Bangli saat berupaya membantu warga yang melintas Bukit Abang, Senin (21/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Pasca digelarnya upacara pesapu-sapuh, material tanah longsor di Bukit Abang, Bangli, yang sempat menyebabkan empat desa terisolir kini telah berkurang.

Berdasarkan data BPBD Bangli, hingga hari keempat ini setidaknya 90 persen material longsor telah berhasil terevakuasi.

Pantauan di sekitar lokasi Bukit Abang, Senin (21/1/2019), masyarakat yang menggunakan boat untuk penyeberangan sudah nampak berkurang.

Hal ini disebabkan jalur penghubung Desa Buahan menuju Desa Terunyan itu sudah bisa dilewati bagi pejalan kaki, ataupun pengendara sepeda motor.

Baca: Warga Gelar Mitigasi Spiritual Pesapu-sapuh, Penanganan Bencana Hari Ketiga Baru 40 Persen

Meski demikian, akses jalur sekitar masih dipenuhi oleh lumpur akibat hujan pada Minggu malam.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa menyebutkan progres penanganan material longsor pada hari keempat sudah mendekati 90 persen.

Artinya, sebagian besar material telah terurai dan akses jalan sudah bisa dilewati oleh kendaraan roda dua maupun pejalan kaki.

Sedangkan kendaraan besar seperti roda empat, kata Agus, belum memungkinkan untuk melintas, sebab di lokasi longsor masih dipenuhi lumpur.

Baca: Evakuasi Longsor di Bukit Abang Bangli Berjalan Lancar Usai Ritual, Perbekel Beberkan Kisah Berikut

“Syukurnya kemarin pada hari Minggu, cuaca sangat terik, sehingga progress yang tadinya baru 40 hingga 45 persen bisa dimaksimalkan hampir 80 persen. Namun kendala kami tentunya masih berjibaku dengan cuaca. Seperti di hari keempat ini pada pukul 10.00 wita, cuaca di sekitar sudah mendung dan gerimis. Namun pengerjaan dengan alat berat tetap kami lanjutkan,” ungkapnya.

Walaupun akses jalan sekitar sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua serta pejalan kaki, pihaknya mengimbau warga sekitar agar tetap waspada.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved