Perbekel Celukan Bawang Jalani Pemeriksaan, Terkait Dugaan Kasus Korupsi Ini

Perbekel Celukan Bawang, Muhammad Ashari menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Buleleng, Selasa (22/1/2019).

Perbekel Celukan Bawang Jalani Pemeriksaan, Terkait Dugaan Kasus Korupsi Ini
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Senyum Sumringah, Perbekel Celukan Bawang Muhammad Ashari (kanan) didampingi kuasa hukumnya saat hendak menjalani proses pemeriksaan tahap dua di Kejaksaan Negeri Buleleng, Selasa (22/1/2019)   

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Perbekel Celukan Bawang, Muhammad Ashari menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Buleleng, Selasa (22/1/2019).

Pemeriksaan ini dilakukan atas perbuatannya yang dinilai telah merugikan negara kurang lebih sebesar Rp 200 juta.

Seperti diketahui, Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 3 Januari lalu oleh Kejari Buleleng.

Kendati sudah berstatus tersangka, Kejari merasa perlu menggali keterangan lebih lanjut kepada Ashari.

Melalui kuasa hukumnya, I Putu Arta mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh Ashari diklaim sesuai dengan undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, dimana kepala desa  dapat mengambil sebuah keputusan.

"Terkait pemanggilan Perbekel sebagai tersangka itu hal yang wajar dan rasional dalam proses pengadilan. Kami selaku tim penasehat hukum akan semaksimal mungkin menjembatani klien saya agar kooperatif pada kejaksaan setiap dipanggil.

Baca: Pelaku Buang Bayi dalam Tas Kresek Hitam di Buleleng Terungkap, Polisi: Berstatus Pelajar

Apakah tindakan yang dilakukan oleh Perbekel Ashari sesuai dengan tuduhan (korupsi,red) Kejari Buleleng?

"Seperti yang saya bilang, dasar keputusan jelas UU Nomor 6 Tahun 2014, bagi kami itu hal yang wajar hanya sebatas masih praduga dan diindikasi, sehingga kedepan akan dimaksimalkan lagi," tutup Arta sembari mengantarkan kliennya Perbekel Ashari masuk ke ruang Kasi Pidsus Kejari Buleleng untuk menjalani proses pemeriksaan tahap dua.

Seperti diketahui, Ashari terbukti menerima uang sebesar Rp 1,2 Miliar dari PT General Energy Bali (GEP) PLTU Celukan Bawang pada 2014 silam.

Uang itu diberikan sebagai bentuk tukar guling lahan kantor Desa Celukan Bawang yang dulu berlokasi di Banjar Dinas Pundukan.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved