Sya'roni & Imam Diracun dengan Potas Kemudian Dibakar, Polisi Ungkap Dukun Jadi Otak Pembunuhan

Satreskrim Polres Pasuruan menemukan fakta berbeda setelah memeriksa ketiga tersangka, Dhofir sebagai otak pembunuhan dan istrinya, Nanik Purwanti

Sya'roni & Imam Diracun dengan Potas Kemudian Dibakar, Polisi Ungkap Dukun Jadi Otak Pembunuhan
SURYA/GALIH LINTARTIKA via Grid.ID
Fakta Penemuan Dua Jasad Terbakar di Pasuruan. 

TRIBUN-BALI.DOM, PASURUAN - Seorang dukun di Dusun Sumber Gentong, Desa Jati Gunting, Kecamatan Wonorejo, Pasuruan, Jatim, M Dhofir (59) mengaku pernah disantet sehingga tega secara keji membunuh Sya'roni (58) dan Imam Sya'roni (70).

Warga Dusun Pejanten, Desa Pajaran, Rembang dan Desa Selorentek, Kraton itu dicetik (diracun) kemudian diikat lalu dibakar.

Namun Satreskrim Polres Pasuruan menemukan fakta berbeda setelah memeriksa ketiga tersangka, Dhofir sebagai otak pembunuhan dan istrinya, Nanik Purwanti (30), serta Zainudin (30) warga Desa Wonosari, Wonorejo, Pasuruan.

Dua pria ditemukan tewas mengenaskan di depan rumah Nurul Huda, Desa Jati Gunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Minggu (20/1/2018).
Dua pria ditemukan tewas mengenaskan di depan rumah Nurul Huda, Desa Jati Gunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Minggu (20/1/2018). (surya/galih lintartika)

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima menjelaskan, kejadian itu bermotif sakit hati.

Dhofir jengkel karena merasa dirugikan dengan korban yang menawarkan program umroh murah dengan biaya Rp 10 juta.

Dhofir sudah mengajak banyak orang mendaftar umroh yang ditawarkan Sya'roni, termasuk para pengikutnya. Tapi Sya’roni tidak menepati janjinya.

Bahkan tidak pernah lagi muncul ke rumah Dhofir. Padahal sudah banyak orang yang diajak Dhofir membayar. Dhofir malu kepada para pengikutnya.  

Peristiwa itu terjadi Sabtu (19/1). Saat itu, tersangka Zainudin diminta oleh Dhofir untuk menjemput Sya’roni dengan alasan ada yang hendak disampaikan.

“Alasannya saat itu, di rumah tersangka sedang ada pengajian. Tersangka ini kan dukun dan punya banyak pengikut yang disebut sebagai santri. Nah, kedua korban ini merupakan santri tersangka selama ini,” kata AKP Dewa Putu Prima.

Zainudin menjemput korban sekitar pukul 16.00 WIB. Selanjutnya, tersangka dan dua korbannya ini tiba di rumah Dhofir sekitar pukul 16.30 WIB.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved