Tanggal Kedaluwarsa Sudah Setahun Lalu, Sidak di Jembrana Temukan Toko Jual Kosmesik Terlarang

Petugas Dinas Koperasi Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Jembrana menemukan tujuh toko yang menjual kosmetik berbahaya

Tanggal Kedaluwarsa Sudah Setahun Lalu, Sidak di Jembrana Temukan Toko Jual Kosmesik Terlarang
Tribun Bali/Made Ardhiangga
Petugas Diskoperindag Jembrana melakukan sidak toko di Kecamatan Negara, Senin (21/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dinas Koperasi Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Jembrana inspeksi mendadak (sidak) tujuh toko di seputaran Kecamatan Negara, Senin (21/1/2019).

Petugas masih menemukan tujuh toko yang menjual kosmetik berbahaya. Lima di antaranya dulu pernah dirazia dengan kasus yang sama.

Kepala Dinas Koperindag Pemkab Jembrana, Made Gede Budiartha mengatakan, tidak ada toleransi kembali untuk lima toko yang menjual kosmetik dengan kandungan berbahaya dan minuman beralkohol tanpa izin edar.

Bahkan ditemukan juga makanan dan minum yang sudah melampaui batas kedaluwarsa yang masih dijual.

"Ini adalah temuan yang kedua di tempat yang sama. Kami akan turun lagi dengan tim dan kami tidak akan toleransi lagi. kami akan koordinasi dengan BPOM dan Kepolisian jika diperlukan," tegasnya.

Budiarta mengaku, pengawasan barang beredar di warung dan toko itu memang sengaja dilakukan rutin. Itu menjadi tugas pihaknya guna menjaga masyarakat terhindat dari bahaya produk-produk ilegal dan berbahaya.

Untuk kosmetik sendiri, yang berhasil didapati mengandung zat berbahaya seperti kosmetik pemutih wajah yang dilarang beredar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Karena memang mengandung zat merkuri dan itu dilarang oleh BPOM," jelasnya.

Selain kosmetik, Budiarta melanjutkan, puluhan minuman keras ditemukan di warung dan toko.

Minuman keras tidak mempunyai izin edar dan untuk makanan dan minuman tanggal kedaluwarsanya sudah berkahir sejak setahun yang lalu.

"Pastinya itu membahayakan ketika dikonsumsi oleh masyarakat. Jadi ini minuman dan makanan masih dipajang di rak toko," ungkapnya smebari menujukkan makanan dam minuman kemasan itu.

Pemilik toko, Suriasih mengaku tidak tahu mengenai tanggal kedaluwarsa.

Ia hanya membeli dan kemudian menjualnya karena diminati masyarakat.  “Tan nawang tyang. Yen nawang tyang tan meli, tan ngadep, tan bani. (Saya tidak tahu. Kalau tahu saya tidak akan beli dan menjualnya. Saya tidak berani)," katanya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved